Psikologi Kesehatan dan Sosial


EMOSI
  • Manusia adalah makluk perasa à perasaan fisik (sensasi ) dan perasaan psikologis (emosi)
  • Dgn emosi manusia dpt merasakan kegembiraan, kebahagiaan, juga kekecewaan.
  • Perasaan kita thd orang lain?  Menentukan bgm kita
  • Perasaan orang lain thd kita?  menghadapi mereka.
Perasaan menyebabkan adanya p’bedaan antara keadaan sehat, sakit, tenang atau tegang.
Pengertian  Emosi
  • Emosi adalah penglaman internal manusia yg timbul dari dlm diri sendiri secara spontan thd seseorang, suatu peristiwa, tempat  atau pikiran (Maramis, 2006)
  • Emosi adalah gejolak penyesuaian diri yg berasal dr dalam yg b’fungsi unt tercapainya suatu pemuasan atau perlindungan diri atau kesejahteraan diri pd saat berhadapan dgn lingkungan atau objek tertentu (Purwanto, 1999)
Emosi & kebutuhan
4 kelompok emosi primer/dasar:
  • Kelompok gembira
  • Kelompok marah
  • Kelompok takut
  • Kelompok sedih
Emosi merupakan dorongan bagi terpenuhinya kebutuhan psikologis kita dicintai, dilibatkan, harga diri, kemandirian.
  • Kebutuhan terpenuhi timbul emosi (+) senang
  • Kebutuhan tdk terpenuhi timbul emosi (-) tdk senang.
  • Bagaimana kita melihat emosi seseorang ? kita tdk dpt melihat emosidari indikator
Bagimana melihat emosi seseorang ??
  • Emosi itu sendiri tdk dapat dilihat
  • Kita hanya melihat dari parameter/indikator yg biasa kita lihat:
    seseorang tertawa  ia gembira bila ia menangis ia sedih


STRES
Stres adalah:
  • Respons manusia yg bersifat nonspesifik thd setiap tuntutan beban atasnya (Hans Selye, 1950)
  • Reaksi/respons tubuh thd stresor psikososial (tekanan mental/beban kehidupan) (Dadang Hawari, 2001)
  • Pengalaman subjektif  yg didasarkan atas persepsi thd situasi yg tdk semata-mata tampak.
Sumber Stres
  1. Di dlm diri sendiri
  2. Di dlm keluarga
    • konflik yg terjadi antara keinginan & kenyataan yg berbeda
    • permasalahan yg terjadi tdk sesuai dgn dirinya & tdk mampu  mengatasi.
    ada perselisihan masalah keluarga, keuangan, tujuan yg berbeda satu dgn yg lain
  3. Di dlm masyarakat dn lingkungan
    lingkungan pekerjaan, hubungan interpersonal yg kurang, kurang diakui masyarakat, dsb.
Tahapan Stres
Tahap I ringan
  • Semangat kerja besar
  • Penglihatan tajam tdk spt pd umumnya
  • Merasa mampu menyelesaikan pekerjaan lbh dari biasanya, namun tanpa disadari cadangan energinya dihabiskan,
  • Rasa gugup berlebihan
  • Merasa senang akan pekerjaan akan tetapi kemampuan yg dimiliki berkurang.
 Tahap II
  • Merasa letih sewaktu bangun pagi, yg seharusnya merasa segar.
  • Merasa mudah lelah sesudah makan siang
  • Lekas merasa capai menjelang sore hari
  • Sering mengeluh lambung tdk nyaman
  • Denyut janung berdebar-debar lbh dari biasanya
  • Otot punggung & tengkuk semakin tegang
  • Tdk bisa santai
 Tahap III
  • Gastritis, buang air besar tdk teratur (diare)
  • Ketegangan otot makin terasa
  • Perasaan tdk tenang, ketegangan emosional makin meningkat
  • Insomnia (sulit mulai tidur, terbangun tengah mlm & sukar kembali tidur, bangun terlalu dini)
  • Badan terasa oyong dan serasa mau pingsan. Sdh harus konsultasi dokter.
Tahap IV
  • Pekerjaan yg semula menyenangkan & mudah diselesaikan membosankan & terasa sulit
  • Tidak mampu melakssanakan kegiatan rutin sehari-hari
  • Gangguan pola tidur disertai mimpi yg menegangkan
  • Sering menolak ajakan karena tdk ada semangat & gairah
  • Konsentrasi & daya ingat menurun
  • Perasaan tkut & cemas
Tahap V
  • Kelelahan fisik & mental makin mendalam
  • Tidak mampu meyelesaikan pekerjaan sehari-hari yg ringan & sederhana
  • Gangguan sistem pencernaan makin berat
  • Timbul ketakutan & kecemasan yg makin meningkat
  • Mudah bingung dan panik
 Tahap VI
  • Debaran jantung amat keras
  • Sesak nafas & megap-megap
  • Badan gemetar, dingin & berkeringat banyak
  • Pingsan atau kolaps
Tanda-tanda stres
Tanda-tanda stres yg perlu diperhatikan:
  • Merasa gelisah & tdk dapat bersantai
  • Menjadi lekas marah spt mau meledak bila sesuatu berjalan tdk sesuai dgn kemauannya.
  • Ada perasaan sangat lelah atau lelah berkepanjangan
  • Sukar berkonsentrasi
  • Kehilangan minat thd rekreasi yg sebelumnya dpt dinikmati & sdh biasa dilakukan

DEPRESI
PENGERTIAN
Gangguan alam perasaan (mood) yg ditandai dgn kemurungan dan kesedihan yg mendalam dan berkelanjutan shg hilangnya kegairahan hidup, tdk mengalami gangguan dlm realitas (realitas msh baik), kepribadian tetap utuh dan perilaku dpt terganggu dlm batas-batas tertentu (Hawari, 2001)
Gejala klinis depresi
  • Perasaan murung, gairah hidup menurun, tdk semangat, merasa tdk berdaya.
  • Perasaan bersalah, berdosa, penyesalan
  • Nafsu makan menurun
  • Berat badan menurun
  • Konsentrasi dan daya ingat menurun
  • Insomnia atau hipersomnia
  • Agitasi atau retardasi paikomotor (gaduh gelisah atau lemah tak berdaya)
  • Hilang rasa senang, semangat, minat, hobi
  • Libido menurun
Teknik Manajemen Stres
Tujuan pengelolaan stres: Mencegah & mengatasi stres agar tdk sampai ke tahap yg paling berat.
Manajemen Stres
  • Mengatur diet & nutrisi
  • Istirahat & tidur
  • Olah raga teratur
  • Berhenti merokok
  • Menghindari minuman keras
  • Mengatur berat badan
  • Mengatur waktu
  • Terapi psikofarma obat-obatan
  • Terapi somatik diare krn stres à obat
  • Terapi psikoreligius.
Peran Perawat dlm mengatasi stress
  • Mampu memfasilitasi orang yg sedang mengalami stres
  • Melakukan tindakan keperawatan yg sesuai dgn prinsip-prinsip manajemen stres
  • Dpt menggunakan strategi pemecahan masalah .un mengurangi stres secara efektif dlm jangka panjang

ADAPTASI
Pengertian:
Adaptasi adalah proses perubahan yg menyertai individu dlm berespon thd perubahan yg ada di lingkungan & dpt mempengaruhi keutuhan tubuh baik secara fisiologis  maupun psikologis yg akan menghasilkan perilaku adaptif.
MACAM ADAPTASI
FISIOLOGIS
Adaptasi psikologis
  1. Task oriented reaction (reaksi berorientasi tugas)
  2. Ego oriented reaction (reaksi berorientasi pd ego)
  • koping yg digunakan dlm mengatsi masalah dgn berorientasi pd proses  penyelesaian masalah.
  • meliputi afektif, kognitif, psikomotor
  • berbicara dgn orang lain ttg masalah yg dihadapi & jalan keluarnya.
  • mencari tahu lbh banyak ttg keadan yg dihadapi melalui buku bacaan, ahli, kekuatan supranatural
  • latihan-latihan yg dpt mengurangi stres serta membuat alternatif pemecahan masalah.
menggunakan mekanisme pertahanan diri yg dpt digunakan unt melakukan adaptasi psikologis
  • Rasionalisasi : usaha menghindari masalah dgn selalu memberikan alasan secara rasional à ban bocor.
  • Displacement: melakukan pemindahan tingkah laku pd objek lain à nilai jelek yg disalahkan gurunya.
  • Kompensasi: mencari kepuasan pd situasi yg lain.
  • Proyeksi: menempatkan sikap batin sendiri kpd sikap batin orang lain ia benci A dikatakan orang lain yg benci A
  • Represi: menghilangkan pikiran masa lalu yg buruk dgn melupakannya.
  • Supresi: menekan masalah yg tdk diterima dgn sadar dan individu tdk mau memikirkan hal-hal yg kurang menyenangkan.
  • Denial: penolakan thd masalah yg dihadapi atau tdk mau menerima kenyataan yg dihadapi.
Adaptasi sosial budaya:
Proses penyesuaian perilaku yg sesuai dgn norma yg berlaku di masyarakat berkumpul dgn masyarakat dlm kegiatan kemasyarakatan.
 Adaptasi spiritual:
Melakukan perubahan perilaku yg didasarkan pd keyakinan atau kepercayaan yg dimiliki sesuai dgn agama yg dianutnya bila stres orang tsb giat melakukan ibadah

0 komentar:

Poskan Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.