Perkembangan Kepribadian


Pengertian
Kartini Kartono, 2005 :
kepribadian adl organisasi yg dinamis dari sistem psikofisik individu yg menentukan kemampuan penyesuaian diri yg unik thd lingkungan (Gordon Alport)
Tipologi manusia
Menurut Hippocrates & Galenus dlm diri manusia tdp 4 jenis cairan yg dpt mempengaruhi sifat & tingkah laku yg bersangkutan. Pengaruh cairan yg lbh dominan dianggap sbg tipe manusia yg sesuai dgn cairan tsb.
Ke-4 cairan tsb didapati pd:
  • Tipe choleris/empedu kuning suka marah, mudah tersinggung, dsb.
  • Tipe melankolis/empedu hitam rendah diri, cepat merasa sedih, murung, sering merasa putus asa, dsb.
  • Tipe plegmatis/cairan lendir lamban, apatis, pemalas & pasif.
  • Tipe sanguinis/cairan darah cekatan, periang, aktif bekerja.
Penggolongan atas dasar hubungan sosialmenurut Spranger:
  • Tipe teoritis sikap ingin tahu, ingin meneliti sampai tuntas, ahli filsafat, dll.
  • Tipe ekonomis ingin memanfaatkan segala sesuatu agar berfaedah, usaha unt mencari untung yg banyak.
  • Tipe esthetis suka seni, menyayangi keindahan.
  • Tipe sosial senang bergaul, berusaha unt bekerjasama unt kepentingan umum, dll.
  • Tipe politis senang berorganisasi, ingin berkuasa, suka memimpin klpknya
  • Tipe religius mempunyai keyakinan teguh pd agamanya, senang beribadah, sadar keadaan dirinya.
Tipologi berdasar aspek psikologis
  • Menurut Yung:
    • Introvert segala sesuatu di luar dirinya dinilai menurut ukuran dirinya, cita-cita & pola pikirnya sendiri; kuat pendiriannya.
    • Ekstrovert segala sesuatu dinilai berdasar pendapat objektif yg berasal dari luar dirinya, minat & perhatiannya terpusat pd lingkungan.
Tipologi  berdasar 3 fungsi manusia
  • Menurut Heyman:
    • Emosionalnya kuat  sifat/cirinya:cepat memihak, mudah marah, fantasinya kuat, kurang menghormati orang lain, ingin menguasai orang lain, tegas, cita-citanya dinamis.
    • Aktivitasnya kuat suka bekerja, lincah, praktis, periang, baik kpd bawahan, mdh mengatasi masalah, tdk mdh putus asa.
  • Memiliki fungsi sekunder sifat: tenang, tekun, hemat, besar rasa terima kshnya, setia pd persahabatan, acuh thd penghargaan dirinya, dpt dipercaya, wataknya tertutup.
  • Berdasar 3 fungsi tsb disusun 8 tipe kepribadian
8 tipe kepribadian
  1. Sifat nerveus (selalu gugup)
    • Dikuasai keadaan sesaat, selalu sibuk, bekerja jika ada dorongan yg besar, impulsip.
    • Haus akan emosi, haus akan hal-hal baru, suka pd perubahan.
    • Intensitas afeksi: merasa hebat, mudah tersinggung, sangat perasa.
  2. Sifat sentimentil (terlalu perasa, rapuh)
    • Sangat perasa, pemalu, tertutup, mudah tersinggung.
    • Selalu ragu-ragu, tdk praktis.
    • Terpengaruh pengalaman masa lalu, kebutuhan terbesar à dicintai
    • Serius, kurang perhatian thd kondisi lahiriah dirinya.
  3. Sifat Cholericus (mudah marah)
    • Aktif, impulsif, hebat & cepat bertindak, selalu sibuk.
    • Sangat peka & mudah tersinggung.
    • Susana hati cepat berubah kadang senang sebentar murung.
    • Cenderung bertindak berlebihan
    • Jiwa sosial tinggi.
  4. Sifat aphaticus (acuh, tanpa perasaan)Lamban, suka cara yg mudah, suka berfikir panjang, sukar berdamai, afeksinya konstan, kaku/beku
  5. Sifat sanguinicusRajin & sibuk, tegas, penuh perhitungan, diplomatis, tdk idealis.
  6. Sifat amorf (tanpa bentuk)Malas, suka menunda, ceroboh, tdk edialis, suka hsl yg cepat, sosialisasi lemah, tdk punya belas kasihan, suka makan enak, suka mabuk.
  7. Sifat phlegmaticusDingin, tenang, kalem, berani, serius, ulet & tahan kerja, selalu rajin, suka berfikir, banyak pertimbangan, pandangannya luas, teliti, sederhana, kurang suka makan enak, setia, sangat percaya pd agama.
  8. Sifat gepassoneerd (hawa nafsu)Selalu sibuk, rajin bekerja, idialis, cita-cita besar, persaan terikat sangat kuat, suka bicara, bicaranya mengasyikan, penuh kasih, suka kerja berat/keras, perasaan hangat, gembira.
Perkembangan kepribadian (Sullivan) è 7
  1. Infancy (0-12 bln)
    • Pengalaman masa bayi akan membentuk personifikasi ibu.
    • good mother & bad mother à awal personifikasi diri.
    • Mulai belajar komunikasi.
  2. Childhood (1-5 th)
    • Perkembangan bicara & sintaksis
    • Kebutuhan bergaul dgn teman sebaya
    • Good mother & bad mother bergabung shg akan membentuk gambaran diri yg terintegrasi pula à good me & bad me
    • Anak belajar menyembunyikan tingkah laku yg dpt membuatnya kecemas atau hukuman.
  3. Juvenille (6-8 th)
    • Anak belajar kompetisi, kompromi, kerjasama, memahami makna perasaan kelompok.
    • Perkembangan negatif masa ini:
      • Stereotypes meniru/memakai personifikasi orang/kelompok yg diturunkn antar generasi
      • Disparagement meremehkn/m’jatuhkan prang lain à b’pengaruh pd hub interpersonal ketika dewasa
  4. Pre-adolescence (9-12 th)
    • Fokus pd kemampuan bergaul dg orang lain.
    • Hubungan ini akan membantu individu merasa berharga & disukai à tanpa kemampuan ini, pembentukan hub yg intim pd late adolescence adult akan mengalami kesulitan.
    •  bercirikan persamaan nyata & saling m’perhatikan.
    • Ada teman akrab (kelamin sama) unt curhat
  5. Early adolescence (13-17 th)
    • Perubahan kebutuhan dari friendship ke sexual expression.
    • Masalah yg muncul:
      • Keamanan bebas dr rasa cemas
      • Keintiman bergaul akrab dgn lawan jenis
      • Kepuasan seksual.
  6. Late adolescence (18-22/23 th)
    • Kombinasi kebutuhan akan friendship & sexual expression.
    • Konflik antara kontrol ortu dgn self expression.
    • Penggunaan seletive inattention yg berlebihan pd tahap sebelumnya persepsi yg sempit ttg diri sendiri & dunia.
    • Pemantapan hubungan cinta jangka panjang.
  7. Adulthood/maturity (>23 th)
    • Berjuang unt mendptkan keamanan finasial, karir dan keluarga.
    • Kesuksesan pd tahap adolescence hub dewasa & sosialisasi yg dibutuhkan lbh mudah dicapai. Tanpa background yg baik konflik interpersonal yg menimbulkan kecemasan akan sering terjadi.
    • Kematangan ditandai: belajar memuaskan kebutuhan yg penting, bekerjasama & kompetisi dg orang lain, m’pertahankan hub dgn orang lain yg memberi kepuasan intimasi & seksual, berfungsi secara efektif dio masyarakat.
Penghambat perkembangan kepribadian à internal & eksternal
  • Internal:
    • Individu tdk mempunyai tujuan hidup yg jelas.
    • Individu kurang termotivasi dlm hidup.
    • Individu enggan menelaah diri.
    • ke-3 faktor tsb  menunjukkan individu terikat masa kanak-kanaknya & tdk dpt menjadi pribadi yg dewasa kekanak-kanakan. Contoh: membunuh orang lain krn hal sepele, memperkosa anak sendiri.
    • Usia  telah berumur merasa lbh banyak tahu ttg kehidupan, merasa jenuh unt berubah, penurunan kemampuan fisik secara motorik, memori (pelupa).
  • Faktor eksternal:
  1. Tradisi budaya:
    • Adanya tekanan unt mengembangkan kepribadian sesuai standar yg ditetapkan budayanya hrs menyesuiakan diri.
    • Contoh: masy m’posisikan ♀ pd strata ke-2 (budaya timur, Tapanuli, Jepang)  ♀ cenderung ragu-ragu mengambil keputusan yg berada di bwh bayang-bayang pria.
  2. Penerimaan masyarakat/sosial
    • Penerimaan sosial tinggi rasa percaya diri  tinggi meningkatkan konsep diri
    • Penerimaan sosial rendah individu akan rendah diri, menarik diri dr kontak sosial kecenderungan menutup diri pengembangan konsep diri negatif.
Penutup
  • Kepribadian bukan semata-mata faktor bawaan, ttp juga mrp hasil pembelajaran hidup.
  • Kepribadian senantiasa dpt dikembangkan ke arah yg lbh baik mll proses belajar.
  • Individu yg mempunyai kepribadian menarik adl individu yg mampu menyesuaikan diri dgn lingkungan & memiliki stabilitas emosi yg mantap.
Hal ini tercermin pada:
  • Sikap, perilaku yg b’tanggung jawab dan tingkat kepekaan sosial yg tinggi.
  • Cenderung mematuhi peraturn, b’tindak sesuai dgn norma lingkungan.
  • Bertindak rasional, suka menolong, bertg jawab thd tugas & kewajiban yg dibebankan kpdnya.

0 komentar:

Poskan Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.