Psikologi


  • Asal kata/bahasa Yunani. Psyco :”Jiwa” ; logos :”ilmu”
  • Diartikan :ilmu pen  getahuan tentang jiwa/nyawa/roh/batin/akal budi/ pikiran yg menginduk pada ilmu Filsafat (jaman Plato, tahun 427 S.M)
  • Dalam perkembangan, Psikologi mempelajari Jiwa/nyawa.........dst dianggap abstrak -> yang dapat dilihat perilakunya/ “behaviour”
  • Ilmu psikologi ->ilmu perilaku (-> Bp.J.B. Watson)
  • Psikologi menjadi ilmu mandiri adanya lab.di kota Leipzig (Jerman Barat) oleh Wilhelm Wundt (th.1895).
Psikologi sebagai Ilmu Perilaku, memiliki berbagai syarat :       
  1. MEMPUNYAI OBYEK
    Sifat Perilaku sebagai Obyek ilmu
    • Sederhana : binatang bersel satu, perilaku stereotipe.
    • Komplek   : perilaku manusia ( sosial, sulit diramal )
    • Langsung dapat dilihat oleh mata.
    • Tidak langsung dapat dilihat oleh mata.
    • Tidak selalu hukum sebab-akibat.
  2. MEMPUNYAI METODE
    • Eksperimen
    • Studi kasus
    • Tes
    • Pengamatan/observasi
    • Wawancara
  3. SISTEMATIKA
    • Umum
    • Khusus
    • Teoritis
    • Terapan
Psikologi Keperawatan termasuk (Khusus, terapan), sehingga banyak bersinggungan dengan ilmu-ilmu lain: ilmu kedokteran, ilmuk keperawatan, ilmu biologi, ilmu sosiologi,anthropologi, komunikasi,gizi,pharmasi dll.
KONSEP PERILAKU MANUSIA, DAPAT DIPAHAMI MELALUI BERBAGAI PENDEKATAN :
Teori-teori Kepribadian  sampai Teori Perilaku :
  • Tipologi (Kretchmer)
    Kepribadian didasarkan bentuk tubuh :piknikus, leptosom, atletik (ideal)
  • Psikoanalisa (Freudian)
    • S. Freud
    • E. Fromm
    • C.G. Yung
      Struktur kepribadian didominasi alam bawah sadar (id, ego, super ego)
  • Behavioristik (J.B. Watson)
    Kepribadian -> perilaku stimulus – respon (S – R)
  • Humanistik (A. Maslow)
    “Hirarki needs” -> 5 : kebutuhan fisiologi + rasa aman +kasih sayang +harga diri+aktualisasi diri.  +2 :estetika(keindahan) +transedental(kebutuhan yg bersifat  supranatural)
Definisi Kepribadian
  • G.Allport : organisai dinamis sebagai sistem psikofisik, yang menentukan cara unik/khas dalam menyesuaikan diri dengan lingkungan( fisik-psikis sosial ).
  • Watak/karakter :kepribadian lebih stabil, bawaan dan normatif.
  • Temperament :kepribadian dengan karakteristik emosi (rangsangan, kekuatan) suasana hati.
  • Sifat/traits :sistem neuropsikis
  • Yang diarahkan menghadapi bermacam-macam stimulus secara relatif sama.
  • Kebiasaan/habit :traits perbedaannya pada situasi yang disenangi/sesuai/dicocoki.
Macam/Tipe Kepribadian:
  • Kretchmer : piknikus, leptosom, atletis.
  • Mazab Yunani : Sanguinis, Flegmatis , Kolerisch, Melankolisch.
  • Spranger (nilai-nilai budaya):manusia ekonomis, berkuasa, sosial, teoritis, estetis, religi.
  • C.G. Yung : Introvert, Ekstrovert.
  • Künkel : Ichaftingket, Sachlichkeit.
  • Hipocrates +Galenus = Mazab Yunani
    • Sanguinis :lincah
    • Cholerisch = keras
    • Flegmatis  :tenang
    • Melankolish = muram
  • Plato :berpikir, berkehendak, hasrat.
  • Toshitaka Nomi : Kepribadian menurut golongan darah (2007)
Dalam perkembangan ilmu Psikologi istilah Kepribadian dan Perilaku kadang sulit dibedakan.
Kepribadian/ watak/temperamen/habits/perilaku PERAWAT
  • Terus dikembangkan.
  • Diarahkan bukan untuk dirinya sendiri.
  • Pelayanan sosial dan empati(peduli).
  • Dapat mengendalikan diri.
  • Jujur, adil, profesional, tugas sebagai “call” (panggilan)
  • Profesional : ahli dalam bidangnya, waktu lama, dapat dipertanggungjawabkan pada masyarakat.
  • Tertarik pada manusia dan kesehatan
Disimpulkan bahwa perawat sebagai “ministry angel” (malaikat yang melayani)
Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Perkembangan Kepribadian /Perilaku manusia :
  • Kompleks (banyak faktor yang mempengaruhi)
  • Intrinsik (dari dalam):motiv, minat, dll.
  • Ekstrinsik (dari luar) :lingkungan: keluarga, masyarakat.
  • Intriksik dan Ekstriksik saling mempengaruhi
PERBEDAAN PERILAKU INDIVIDU YANG SAKIT DAN SEHAT (KESEHATAN MENTAL)
PERILAKU SEHAT /NORMAL
  1. Mengenal dirinya sendiri (kekuatan, kekurangan, potensi,kelemahan)
  2. Persepsi diri yang positif (mampu menafsirkan pengalaman yang baik/buruk/menyenangkan/mengecewakan secara lebih positif)
  3. Mampu mengendalikan diri sendiri (tidak mudah terombang-ambing, tidak dikuasai emosi saja, pikiran saja, dikuasai orang lain saja)
  4. Realistis (mampu melihat diri sendiri dan kenyataan yang ada.
  5. Mampu menyesuaikan diri sehingga terjadi keseimbangan( tuntutan diri sendiri dan o.lain).
  6. Relasi sosial yang terbuka (tidak mudah curiga, nyaman dan aman dengan o.lain, percaya diri, menghargai orang lain apapun keberadaannya, sadar sosial).
  7. Mampu memotivasi diri sendiri
Kesimpulan : Perilaku Sehat adalah perilaku yang berkembang menjadi CERDAS PIKIRAN, PERASAAN/EMOSI, SOSIAL,SPIRIT.
PERILAKU YANG TIDAK SEHAT/SAKIT/ABNORMAL:
  1. Lawan perilaku sehat (Kesehatan Mental)
  2. Mengalami berbagai gangguan (Baca PPDGJ III, DSM IV)
KONSEP PERILAKU NORMAL/ABNORMAL
  1. PENDEKATAN STATISTIK :
    Normal : bila jumlahnya terbanyak dalam sebuah populasi
  2. PENDEKATAN SOSIAL-BUDAYA :
    Normal : bila mampu mengikuti norma/tradisi soso-bud yang berlaku
  3. PENDEKATAN PROSES BELAJAR :
    Normal : bila perkembangan perilaku mengikuti proses yang benar/sehat/efektif
  4. PENDEKATAN MEDIS BIOLOGIS :
    Normal Medis : perilaku yang mampu melakukan sesuai fungsi fisik maupun fisiologisnya.
  5. PENDEKATAN AGAMA/KEYAKINAN/IDEOLOGI
    Normal : perilaku sesuai dengan ajaran/keyakinanya
  6. PENDEKATAN KESEJATEHRAAN/KEMAJUAN   MASYARAKAT:
    Normal : perilaku yang tidak mengganggu masyarakat luas
  7. PENDEKATAN INTEGRASI/KEMATANGAN   KEPRIBADIAN :
    Normal : perilaku yang menunjukkan adanya seluruh aspek dalam kepribadian bekerja secara adekwat/seimbang (daya pikir, emosi,sosial,seksual,spiritual sesuai prinsip-prinsip perkembangan)
Melihat Contoh-contoh perilaku normal/abnormal membawa implikasi kepada perawat :
  • Tidak mudah menghakimi seorang invidu itu normal atau abnormal
  • Memupuk toleransi terhadap setiap perilaku individu
  • Tidak ada satupun perilaku manusia hanya dapat dipahami hanya satu pendekatan saja (perilaku manusia unik sekaligus kompleks)
  • Terus belajar mengidentifikasi perilaku manusia dari berbagai pendekatan.
PERILAKU GANGGUAN SEXUALITAS ( PPDGJ III)
GANGGUAN PSIKOSEKSUAL : dikelompokkan menjadi 4 :
  1. Gangguan Indentitas Jenis, ditandai perasaan tidak senang, tidak aman/nyaman terhadap alat kelaminnya, perilaku menetap mirip dengan perilaku lawan jenisnya ( transseksual, gangguan indentitas jenis)
  2. Parafilia, ditandai  adanya kegairahan seksual thdp benda/obyek atau situasi seksual, tidak lazim (zoofilia,pedofilia,transvetism,ekshibisionisme,voyeurisme,masokisme,sadism,parafilia tidak khas)
  3. Disfungsi Psikoseksual, ditandai oleh hambatan dalam selera seksual ( hambatan selera sex, hambatan gairah sex/frigiditas dan impotensi, hambatan orgasme wanita, hambatan orgasme laki-laki, ejakulasi prematur, dispareunia fungsional, veginismus fungsional)
  4. Gangguan Psikoseksual lainnya ( homoseksual dan lesbianisme ego-distonik, yang sistonik dianggap normal menurut PPDGJ).

0 komentar:

Poskan Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.