Bioakustik


  • BUNYI
  • ULTRASONIK
  • SUARA
  • ALAT PENDENGARAN
  • BISING
  • VIBRASI
BUNYI
Bunyi merupakan vibrasi atau gerakan dari molekul-molekul zat dan saling beradu satu sama lain dimana zat tersebut terkoordinasi menghasikan gelombang serta mentransmisikan energi tanpa disertai perpindahan partikel.
Gelombang bunyi dan kecepatan
  • Gelombang bunyi timbul karena terjadi perubahan mekanik pada gas, zat cair atau zat padat yang merambat ke depan dengan kecepatan tertentu
  • Menjalar secara tranversal dan longitudinal
Sumber Bunyi
Syarat sumber bunyi:
  • Ada sumber bunyi yang bergetar
  • Ada zat perantara (medium) yang merambatkan gelombang bunyi dari sumber ke telinga
  • Getaran mempunyai frekuensi tertentu (20 Hz – 20.000 Hz)
  • Indra pendengar dalam keadaan baik
Mendeteksi bunyi
  • Konfersi gelombang bunyi
  • Alat mikrofon dan telinga
  • Mikrofonè tranduser memberi respon thd bunyi dan menghasilkan sinyal listrik
 Pengelompokan bunyi
  • Bunyi infrasonik (0 – 16 Hz) : contoh: getaran tanah, gempa bumi
  • Bunyi audiosonik (16 – 20.000 Hz)
  • Bunyi Ultrasonik (di atas 20.000 Hz)
Intensitas bunyi
  • Intensitas gelombang bunyi yaitu energi yang melewati medium 1 m2/detik atau watt/m2.
Skala desibel è satuan bunyi
  • Suara bisik 20 dB
  • Kantor sibuk50 dB
  • Bicara jarak 1 meter 60 dB
  • Kesibukan lalulintas 70 dB
  • Mobil 90 dB
  • Suara yang menghasilkan nyeri 120 dB
  • Pesawat jet 130  dB
  • Roket tinggal landas 170 dB
Sifat gelombang bunyi
 Azas Dopler
  • Dopler shift.
  • Efek Doppler
Ultrasonik dalam kedokteran
  • Ultrasonik dihasilkan oleh magnet listrik dan kristal plezo
  • Penemu Piere Curie dan jacues
  • Daya 0,01 W/cm2 utk diagnostik
  • Daya sampai  1 W/cm2
pengobatan
  • Frek daya 103 W/cm2   merusak jaringan kanker
Prinsip dan efek penggunaan ultrasonik:
  • Mekanik
  • Panas
  • Kimia
  • Biologi
Suara
  • Merupakan modulasi udara keluar dari dalam tubuh
  • Beberapa bunyi yang dihasilkan mulut tanpa melalui pita suara disebut unvoice sound yaitu: p,t ,k ,s, f, dan ch

Spesialisasi dalam pendengaran Alat Pendengaran
  • Otologist : dokter ahli telinga dan pendengaran
  • Otolaringologist : ahli penyakit telinga
  • ENT Spesialist : dokter ahli THT
  • Audiologist : bukan dokter tapi ahli mengukur respon pendengaran
Hilang pendengaran
  • Tuli konduksi
  • Tuli persepsi
Tes pendengaran
  • Tes bisik
  • Tes garputala
    • Weber
    • Rinne
    • schwabach
  • audiometer
Bising
  • Audible noise (bising pendengaran)
    Bising ini disebabkan oleh frekuensi bunyi antara 31,5 – 8.000 Hz
  • Occupational noise ( bising yang berhubungan dengan pekerjaan)
    Bising ini disebabkan oleh bunyi mesin di tempat kerja, bising dari mesin ketik
  • Impuls noise (impact noise = bising impulsif)
    Bising yang terjadi akibat adanya bunyi yang menyentak, misalnya pukulan palu, ledakan meriam, tembakan  dan lain – lain
Berdasarkan waktu terjadinya :
  • Bising kontinyu dengan spektrum luas, misalnya karena mesin, kipas angin
  • Bising kontinyu dengan spektrum sempit, misalnya bunyi gergaji, penutup gas
  • Bising terputus – putus, misalnya lalu lintas, bunyi kapal terbang di udara
  • Bising sehari penuh (full noise time)
  • Bising setengah hari (part time noise)
  • Bising terus – menerus (steady noise)
  • Bising impulsive (impuls noise) ataupun bising sesaat (letupan)
pengaruh kebisingan
  • Hilangya pendengran sementara
  • Kebal atau imun terhadap bising
  • Telinga berdengung
  • Kehilangan pendengaran menetap, biasanya dimulaidari frekuensi 4000 Hz
Pencegahan ketulian
  • Menjauhi sumber bising dengan cara:
  • Memberikan pelumas dan peredam pada mesin
  • Berada dalam tembok pemisah
  • Menggunakan pelindung telinga
Parameter kebisingan
Parameter dasar
  1. Frekuensi, dinyatakan dalam hertz yaitu siklus perdetik
  2. Tenaga bunyi dinyatakan dalam watt yaitu energi pancaran bunyi total
  3. Tekanan bunyi, dinyatakan dalam mikropaskal ( Upa), yaitu intensitas sebagai akar dari  kuadrat amplitudo.
Parameter turunan
  • Tingkat tekanan bunyi / sound level meter è dB
  • Tingkat bunyi èdB
Vibrasi
Dibedakan menjadi 2:
  • Vibrasi karena getaran udara è akustik
  • Vibrasi karena getaran mekanik è bergetarnya alat – alat tubuh
    • 3-6HZ resonansi dada dan perut
    • 6-10 Hz tekanan darah, denyut jantung
    • 10 Hz kepala, leher, pinggul, otot
    • <20Hz tonus otot meningkat, kontraksi statis, rasa tidak enak
    • 30-50 Hz memulihkan otot-otot sesudah kontraksi luar biasa
Efek vibrasi pada tangan
  • Kelainan persyarafan dan peredaran darah
  • Kerusakan pada persendian
Sikap tubuh terhadap getaran mekanik
Mencegah getaran mekanikMeletakkan peredam dibawah benda yang bergerak

0 komentar:

Poskan Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.