Hubungan Antar Individu dan Komunikasi


Hubungan  antar manusia mendasari interaksi & komunikasi antara perawat dgn pasien dlm pelayanan keperwatan
Hubungan Antar Individu (HAM)
  • HAM dlm arti luas  adl komunikasi persuasif yg dilakukan seorang kpd yg lain secara tatap muka dlm situasi & dlm semua bidang kehidupan  shg menimbulkan kebahagiaan & kepuasan hati pd kedua pihak.
  • Dilakukan di mana saja, kapan saja, oleh siapa saja.
  • Keberhasilan seseorang dlm melaksanakan “human relations” karena berkomunikasi secara etis, ramah, sopan, menghargai, dan menghormati orang lain.
  • HAM dlm arti sempit  adl komunikasi persuasif yg dilakukan seorang kpd yg lain secara tatap muka dlm situasi kerja (work situation), organisasi kekaryawanan (work organization).
Tujuan HAM
  • Memanfaatkan pengetahuan tentang faktor sosial & psikologis dlm penyesuaian diri manusia shg terjadi keselarasan & keserasian dgn konflik seminimal mungkin.
  • Memenuhi kebutuhan antara individu yg satu dgn yg lain.
  • Memperoleh pengetahuan & informasi yg baru.
Faktor dalam HAM
  • Faktor yg mendasari interaksi sosial
  • Faktor yg menentukan interaksi sosial
Interaksi Sosial dlm HAM
  • Interaksi sosial=proses sosial  adl HAM dlm rangka memenuhi kebutuhan hidup yg diwujudkan dlm bentuk  tindakan melalui hubungan timbal balik (saling mempengaruhi)
  • Interaksi sosial  bentuk hubungan antar individu & lingkungannya dlm rangka menyesuaikan diri baik secara autoplastis atau alloplastis.
Faktor dalam HAM
  • Faktor yg mendasari interaksi sosial
  • Faktor yg menentukan interaksi sosial
Interaksi Sosial dlm HAM
  • Interaksi sosial=proses sosial  adl HAM dlm rangka memenuhi kebutuhan hidup yg diwujudkan dlm bentuk  tindakan melalui hubungan timbal balik (saling mempengaruhi)
  • Interaksi sosial  bentuk hubungan antar individu & lingkungannya dlm rangka menyesuaikan diri baik secara autoplastis atau alloplastis.
Faktor yg mendasari terjadinya interaksi social
  • Imitasi (meniru)proses belajar dgn meniru /mengikuti perilaku orang lain (+/-) syarat yg hrs dipenuhi seblm meniru
    • minat perhatian yg besar akan hal tsb
    • sikap menjunjung tinggi/mengagumi
    • m’punyai penghargaan sosial yg tinggi
  • Sugestiindividu menerima pandangan atau pedoman perilaku dari individu lain tanpa kritik lebih dahulu.
    contoh : pasien tersugesti oleh dokter yg dipercaya & diyakini kemampuannya  semua saran & anjuran/perintahnya akan  dilaksanakn sepenuh hati.
Faktor yg mempermudah terjadinya sugesti
  • Hambatan berfikir
  • Pikiran terpecah belah
  • Otoritas atau prestise
  • Mayoritas
  • Well to believe
  • Identifikasikecenderungan/keinginan dlm diri s’orang unt menjadi sama dgn orang lain
  • Simpatiperasaan tertarik yg membuat seseorang merasa seolah berada dlm keadaan yg lain
    proses seseorang tertarik pada perasan orang lain, tanpa logika
    contoh: pasien simpati kpd perawatnya
Faktor penentu berlangsungnya interaksi sosial:
  • Ada rasa percaya
  • Sikap sportif (tdk defensif)
  • Sikap terbuka
Bentuk Interaksi Sosial
  • Kerja sama
  • Persaingan
  • Pertentangan       
  • Akomodasi
  • Persaingan (competition)
  • Pertentangan (conflict)
    Akibat conflict:
    • solidaritas bertambah,
    • kelompok pecah,
    • kepribadaian  b’ubah,
    • korban manusia & harta,
    • salah satu pihak takluk
  • Kerja sama  terjadi krn adanya kepentingan bersama
  • Bentuk kerja sama:
    • kerja sama spontan (spontaneus cooperation)  timbulnya spontan.
    • kerja sama langsung (directed cooperation)  dasarnya perintah atasan
    • kerja sama kontrak (contracttual cooperation)  ada kepentingan tertentu
    • kerja sama tradisional (traditional cooperation)  sbg unsur sistem sosial  gotong royong, gugur gunung, tolong menolong.
    • bersaing mencari keuntungan
    • bersifat peribadi/tdk pribadi
    • bentuk: ekonomi, kebudayaan, kedudukan & peran, ras.
    • penyebab: perbedaan antar individu, budaya, kepentingan, & perubahan sosial.
    • bentuknya: pribadi, rasial, antar kelas sosial, politik, bersifat internasional
  • Akomodasi/penyesuaianPengertian:
    • kerja sama spontan (spontaneus cooperation)  timbulnya spontan.
    • kerja sama langsung (directed cooperation)  dasarnya perintah atasan
    • kerja sama kontrak (contracttual cooperation)  ada kepentingan tertentu
    • kerja sama tradisional (traditional cooperation)  sbg unsur sistem sosial  gotong royong, gugur gunung, tolong menolong.
    • bersaing mencari keuntungan
    • bersifat peribadi/tdk pribadi
    • bentuk: ekonomi, kebudayaan, kedudukan & peran, ras.
    • penyebab: perbedaan antar individu, budaya, kepentingan, & perubahan sosial.
    • bentuknya: pribadi, rasial, antar kelas sosial, politik, bersifat internasional.
    Tujuan akomodasi:
    • Mengurangi ketegangan
    • Mencegah meledaknya pertentangan secara temporer
    • Memungkinkan terjadinya kerja sama
    • Mengusahakan peleburan antara kelompok sosial.
    Bentuk akomodasi
    • Coercion  dilaksanakan krn paksaan (perbudakan)
    • Compromise  pihak yg terlibat saling mengurangi tuntutan unt penyelesaian perselisihan (akomodasi partai politik)
    • Arbitration  compromise melalui pihak ke-3
    • Tolerantion  akomodasi tanpa persetujuan formal
    • Conciliation  usaha mempertemukan keinginan pihak yg berselisih unt mencapai p’setujuan bersama (oleh panitia penyelesaian perburuhan/SPI)
    • Stalemate  pertentangan berhenti pd titik tertentu krn adanya keseimbangan antara pihak yg bertentangan
    • Adjudication  penyelesaian perkara di pengadilan.
Hubungan Individu dgn Lingkungan (Singgih Gunarso)
  1. Individu bertentangan dgn lingkunganindividu merasa lingkungan sekelilingnya bertentangan dgn dirinya  norma/nilai masyarakat berbeda dgn nilai yg dimilikinya
    contoh: bidan yg tugas di desa (bidan desa)
  2. Individu memanfaatkan lingkunganindividu merasa lingkungannya dpt memberi manfat bagi p’kembangan dirinya.
    contoh: bidan desa  partisipasi masyarakat sangat baik shg bidan dpt menjalankan program KIA
  3. Individu berpartispasi dlm kegiatan lingkungan.individu akan berpartisipasi dgn lingkungan ketika ia merasakan kegiatan tsb ada  manfaatnya bagi dirinya & lingkungan.
    contoh: bidan desa ikut kegiatan PKK, arisan, dsb yg dilakukan di wilayahnya
  4. Individu menyesuaikan diri dgn lingkunganindividu menyesuaikan diri dgn lingkungannya.
    bentuknya:
    • autoplastis sifatnya  pasif  (bidan desa menyesuaikan diri dgn menujukkan perilaku sesuai norma & gaya hidup masyarakat desa tsb)
    • alloplastis  sifatnya aktif
      • individu mengubah lingkungan agar sesuai dgn keinginannya
      • contoh bidan desa mengubah perilaku masyarakat (bumil) dgn menganjurkn bumil periksa kehamilan & melahirkan pada tenaga kesehatan.
 Hubungan Perawat-Pasien
  • Dasar hubungan adl mutual humanity dari keduanya
  • Hakikat hubungan adl membantu memenuhi kebutuhan klien
  • Perawat hrs mengerti bahwa penyakit memperbesar kebutuhan manusiawi secara universal  shg menimbulkan kebutuhan baru
Hubungan yg baik terjadi jika:
  • Saling percaya (perawat & pasien)
  • Perawat menjaga privasi pasien
  • Perawat peka thd perubahan yg terjadi pada pasien krn penyakitnya
  • Perawat memahami keberadaan pasien  bersikap sabar & etis
  • Perawat berusaha menghindari konflik dgn cara membina hubungan baik
Tahapan dlm menjalin hubungan baik: Tahap pre interaksi
  • Tahap orientasi
  • Tahap bekerja
  • Tahap akhir/terminal
Hubungan Perawat-Perawat
  • Dpt dipercaya oleh kolega
  • Dpt bekerja sama
  • saling menghargai  pengetahuan, pengalaman dan kontribusinya thd profesi keperawatan
  • Tenggang rasa yg tinggi
  • Menunjukkan sikap persaudaraan dgn  silih asuh, silih asih, silih asah
  • Silih asuh  saling m’bimbing, menasehati, menghormati, dan mengingatkan jika ada yg melakukan kesalahan  shg hubungan kerja serasi.
  • Silih asih  saling menghargai, mengasihi, bertenggang rasa, toleransi tinggi, tdk mudah dihasut, tdk curiga & benci
  • Silih asah  yg merasa lebih tahu/pandai dlm ilmu pengetahuan bersedia membagi ilmu kpd teman-temannya tanpa pamrih.
Hubungn Perawat-Dokter/profesi lain
  • Sesuai dgn peran perawat  peran kolaboratif, hubungan perawat dgn tim kes lain adl peran kolaboratif dlm mengatasi masalah klien secara team work.
  • Kolaborasi  hub timbal balik dimana pemberi layanan memegang tg jawab paling besar unt perawatan klien dlm kerangka kerja bid respektif mereka.
  • Praktik kolaborasi menekankan tangg jawab bersama dlm penanganan klien, dgn proses pembuatan keputusan bilateral berdasar pd bid ilmu & kemampuan masing-masing è krnnya:
  • Saling menghargai
  • Dpt bekerja sama
  • Taat menjalankan & mempertahankan kode etik profesi masing-masing

0 komentar:

Poskan Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.