Spesifikasi Model Konsep dan Teori Keperawatan


KonsepTeori  Dan Model Keperawatan
  • Teori
    Hubungan beberapa konsep atau suatu kerangka konsep atau definisi memberikan suatu pandangan sistematis terhadap gejala-gejala atau fenomena-fenomena  untuk menguraikan, menerangkan, meramalkan, dan mengendalikan suatu fenomene
  • Model
    Contoh, menyerupai, merupakan pernyataan simbolik tentang fenomena, menggambarkan teori dari skema konseptual melelui penggunaan symbol dan diafragma.
  • Model Konsep
    Rangkaian konstruksi yang sangat abstrak dan berkaitan yang menjelaskan secara luas fenomena-fenomene, mengekspresikan asumsi dan mencerminkan masalah.
  • Teori keperawatan
    sebagai usaha untuk menguraikan dan menjelaskan berbagai fenomena dalam keperawtan.
  • Model konsep keperwatan
    Suatu cara untuk memendang situasi dan kondisi pekerjaan yang melibatkan perawat di dalamnya.
Tujuan Teori Keperawatan
  • Identifikasi ruang lingkup dan tujuan keperawatan
  • Menyediakan pengetahuan untuk memperbaiki administrasi keperawatan, praktek , edukasi, dan penelitian
  • Membantu penelitian dan mengembangkan pengetahuan dasar keperawatan
  • Mengidentifikasi teknik penelitian dan alat bantu yang digunakan untuk memvalidasi intervensi keperawatan
  • Membuat formula hukum praktik keperawatan, penelitian, dan pendidikan
  • Membuat formula petunjuk penilaian kegiatan praktik  perawat
  • Mengembangkan rencana kurikulum  pendidikan keperawatan
  • Menetukan kriteria untuk mengukur kualitas peleyanan keperawatan, pendidikan, dan penelitian
  • Membantu perkembangan sistem penyampaian pelayanan keperawatan
  • Menyediakan struktur yang sistematik dan rasional untuk aktivitas keperawatan
Proses Keperawatan Sebagai Suatu Sistem
 Tujuan model keperawatan
  • Menjaga konsisten ASKEP
  • Mengurangi konflik, tumpang tindih, dan kekosongan pelaksanaan asuhan keperawatan
  • Menciptakan kemandirian dalam memberikan asuhan keperawatan
  • Memberikan fedoman dalam menetukan kebijaksanaan dan keputusan
  • Menjelaskan dengan tegas ruang lingkup dan tujuan askep bagi setiap anggota tim keperawatan
Karakteristik Teori Keperawatan
Torrest(1985) dan Chinn & Jacob(1983) menegaskan terdapat lima karakteristik dasar teori keperwatan :
  1. Teori keperawatan mengidentifikasi dan mendefenisikan sebagai hubungan yang spesifik dari konsep-konsep keperwatan.
  2. Teori keperwatan bersifat ilmiah
  3. Teori keperawtan bersifat sederhana dan umum
  4. Teori keperwatan berperan dalam memperkaya body of knoledge keperawatan yang dilakukan melalui penelitian
Faktor Yang Mempengaruhi Teori Keperwatan
  • Filosofi Florence Nightingale
    Florence  merupakan salah satu pendiri yang meletakkan dasar-dasar teori keperawatan yaitu dengan mengidentifikasi peran perawat dalam menemukan kebutuhan dasar manusia pada klien  serta pentimgnya pengaruh lingkungan di dalam perawatan orang yang sakit yang di kenal dengan teori lingkungannya.
  • Kebudayaan
  • Sistem pendidikan
  • Perkembangan ilmu keperwatan
  • Adanya pandangan bahwa dalam memberikan layanan keperawatan akan lebih baik ilakukan oleh wanita
  • Profesi yg mendiri
  • Mintra kerja yg sejajar dlm menjalankan tugas
  • Dulu pendidikan keperawatan belum mempunyai sistem dan kurikulum keperwatan yang jelas
  • Memiliki sistem pendidikan yang terarah sesuai kebutuhan rumah sakit
  • Adanya pengelompokan ilmu keperawatan dasar menjadi ilmu keperawatan klinik dan ilmu keperawatan komunitas  yang berkembang secara terus menerus yg disebut subspesialisasi.
Teori-Teori Keperawatan
Florence Nightingale
Teori perawatan modern(modern nursing). Titik berat teori ini adalah pada aspek lingkungan antara lain:
  •  Udara segar
  • Air bersih
  • Saluran pembuangan yang efisien
  • Kebersihan
  • Cahaya
Aspek lingkungan yang diutamakan Nigthingale dalam merawata klien adalah ventilasi yang cukup bagi klien.
Selain kelima komponen lingkungan diatas, seorang perwat juga harus memperhatikan kehangatan, ketenangan, dan makanan klien
Model teori Nightingale
 Asumsi utama teori Nightingale
Kesehatan sebagai kondisi sejahtra dan mampu memanfaatkan setiap daya yang dimiliki hingga batas maksimal
Penyakit merupakan proses perbaikan yang dilakukan tubuh untuk membebaskan diri dari gangguan yang dialami sehingga individu  dapat kembali sehat
Untuk mencapai kondisi kesehatan perawat harus :
  • Menggunkan nalarnya
  • Ketekunan
  • Observasi
Pengaruh teori nightingale terhadap peerawatan
Virginia Henderson
  • Definition of Nursing (definisi keperawatan)
  • Tugas unik perawat adalah membantu individu, baik dalam keadaan sakit maupun sehat :
  • Model keperawatan “the activities of living”
  • Melaksanakan aktivitas guna mendukung kesehatan
  • Penyembuhan individu (proses meninggal dengan damai).
 membantu  individu dalam meningkatkan kemandiriannya secepat mungkin.
Konsep Utama Teori Henderson                
  • Manusia
  • Keperawatan
  • Kesehatan
  • Lingkungan
Hubungan perawat-klien                                        
  • Perawat sebagai pengganti(substitute) bagi pasien
  • Perwat sebagai penolong (helper) bagi pasien
Kebutuhan Dasar Manusia  Perawat sebagai mitra (patner)
  1. Bernafas secara normal
  2. Makan dan minum dengan cukup
  3. Membuang kotoran tubuh
  4. Bergerak dan menjaga posisi yang diinginkan
  5. Tidur dan istirahat
  6. Memilih pakaian yang sesuai
  7. Menjaga suhu tubuh tetap dalam batas normal
  8. Menjaga tubuh tetap bersih
  9. Menghindari bahaya lingkungan
  10. Berkomunikasi dengan orang lain
  11. Beribadah sesuai dengan keyakinan
  12. Bekerja dengan tata cara yang mengandung prestasi
  13. Bermain /rekreasi
  14. Belajar mengetahui atau memuaskan pada perkembangan normal serta menggunakan fasilitas kesehatan
 Imogene King (Teori King)
  • Menggunakan pendekatan sistem terbuka
  • Model konsep interaksi :
    • System personal
    • System interpersonal
    • System social
  • Manusia Memiliki tiga kebutuhan dasar yaitu :
    • Informasi Kesehatan
    • Pencegahan penyakit
    • Kebutuhan Terhadap Perawat Ketika sakit
Konsep Hubungan manusia menurut King :
  • Aksi merupakan proses awal hubungan dua individu dalam berperilaku, dalam memahami kondisi yang ada dalam keperawatan
  • Reaksi adalah suatu bentuk tindakan yang terjadi adanya aksi dan merupakan respon dari individu
  • Interaksi merupakan suatu bentuk kerja sama yang saling mempengaruhi antara perawat dan klien yg terwujud dlm komunikasi
  • Transaksi merupakan kondisi dimana perawat dan klien terjadi suatu persetujuan dalam rencana tindakan kep-an
Dorothe E. Orem (Teori Orem)
  • Konsep keperawatan Orem mengembangkan teori self care diantaranya :
  • Perawatan Diri(self care)
    • Self care
    • Self care agency
    • Perawatan diri sendiri dengan tidakan mandiri
    • Kebutuhan self care yang universal (ADL
  • Self care Defisit
  • Teori Nursing Sistem
Martha E. Rogers (teori Rogers)
  • Dipublikasikan pada tahun 1970 yaitu An Introduction theoritical basis of Nursing.
  • Proses kehidupan manusia dicirikan oleh :
    • Keseluruhan (wholeness)
    • Keterbukaan (openness)
    • Kesatuan arah (unidirectionality)
    • Pola (pattern)
    • Organisasi
    • Ilmu pengetahuan
    • Serta pemikiran
Teori Rogers dan konsep utama keperawatan
  • Keperwatan : profesi yang menggabungkan ilmu pengetahuan dan seni.
  • Individu : sistem terbuka di dalam proses kontinu bagi sistem terbuka lingkungan.
    • Lingkungan : Interaksi lingkungan bersifat kontinu, mutual, dan simultan.
    • Kesehatan (health)
    • Budaya
    • Individu
Sister Calista Roy (Teori Roy)
  • Model adaptasi Roy
  • empat elemen penting dalam model adaptasi :Elemen sehat
    • Elemen keperawatan : keperawatan sebagai ilmu dan praktik berperan dalam meningkatkan adaptasi individu dan kelompok terhadap kesehatan
    • Elemen manusia : Manusia berperan sebagai kognator dan regulator untuk mempertahankan  adaptasi
    • Elemen lingkungan : semua kondisi, keadaan, dan faktor yang mempengaruhi perkembangan dan perilaku individu atau kelompok
  • keadaan yang mucul atau proses yang terjadi pada mahluk hidup dan terintegrasi dalam individu seutuhnya .Proses Adaptasi
    • Proses yang ditimbulkan oleh perubahan lingkungna internal dan aksternal.
    • Proses mekanisme koping yang dirangsang untuk menghasilkan respon adaptif tidak adaftif.
Aplikasi model adaptasi RoyModel ini digunakan sebagai pedoman dalam memberikan perawatan pada anak-anak, lansia dan di komunitas dan lebih menekankan pada faktor psikologis
Betty Neuman(Teori Neuman)
  • Model konsep Health Care System
    • model konsep menggambarkan aktivitas keperawatan yang ditujukan kepada penekanan penurunan stress dengan memperkuat garis pertahanan diri secara fleksibel atau normal maupun resisten dengan sasaran pelayanan adalah komunitas .
    • Garis fleksibel
    • Ketersediaan dana pelayanan kesehatan, iklim dan pekerjaan dll.
  • Garis pertahanan normal/fleksibel
    • Ÿ  Ketersediaan pelayanan kesehatan
    • Ÿ  Adanya perlindungan
    • Ÿ  Status nutrisi secara umum
    • Ÿ  Tingkat pendapatan
    • Ÿ  Rumah yang memenuhi syarat kesehatan
    • Ÿ  Sikap masyarakat terhadap kesehatan
  • Garis pertahanan resisten
    • Ketersediaan pelayanan kesehatan
    • Tingkat pendidikan masyarakat
    • Transportasi
    • Tempat rekreasi dan cakupan dari inmunisasi di daerah yang ada.
  • Intervensi keperawatan diarahkan pada garis pertahanan dengan penggunaan pencegahan primer, sekunder dan tersier.
  • Model konsep ini bertujuan : Agar terjadi stabilitas klien dan keluarga dalam lingkungan yang dinamis.
Betty Neuman dalam memahami konsep keperawatan ini memiliki dasar pemikiran yang terkait dengan komponen paradigma yaitu  memandang manusia sebagai suatu system terbuka yang selalu mencari keseimbangan dan merupakan suatu kesatuan yang utuh:
  • Fisiologis
  • Psikologis
  • Sosiokultural
  • Spiritual
Model konsep keperawatan Betty Neuman berfokus pada respons terhadap stressor serta faktor-faktor yang mempengaruhi proses adaftasi pada pasien.
  • Pencegahan primer
    Meliputi tindakan keperawatan untuk mengidentifikasi adanya stressor, mencegah reaksi tubuh karena adanya stressor serta mendukung koping pada pasien secara konstruktif.
  • Pencegahan sekunder
    Berbagai tindakan perawatan yang dapat mengurangi gejala penyakit serta reaksi tubuh lainnya karena adanya stressor
  • Pencegahan tersier
    meliputi pengobatan secara rutin dan teratur serta pencegahan terhadap adanya kerusakan lebih lanjut dari komplikasi suatu penyakit
Faye Glen Abdellah(Teori Abdellah)
  • Teori keperawatan yang dikembangkan oleh Abdellah  meliputi pemberian asuhan keperawatan bagi seluruh manusia untuk memenuhi kebutuhan  fisik, emosi, intelektual, sosial dan spiritual baik klien maupun keluarga.
  • Perawat merumuskan gambaran tentang kebutuhan klien secara individual, yang mungkin terjadi dalam bidang-bidang berikut :
    • Kenyamanan, kebersihan dan keamanan
    • Keseimbangan fisiologis
    • Faktor-faktor psikologi dan sosial
    • Faktor-faktor sosiologi dan komunitas
  • Dalam keempat bidang diatas Abdellah mengidentifikasi kebutuhan klien secara spesifik  dikenal sebagai 21 masalah keperawatan abdellah :
  1. Mempertahankan kebersihan dan keamanan
  2. Mempertahankan aktivitas, latihan fisik, istirahat dan tidur yang optimal
  3. Mencegah terjadinya kecelakaan, cedera atau trauma lain dan mencegah meluasnya infeksi
  4. Mempertahankan mekanisme tubuh yang baik serta mencegah dan deformitas.
  5. Memfasilitasi masukan oksigen keseluruh tubuh
  6. Mempertahankan nutrisi untuk seluruh sel tubuh
  7. Mempertahankan eliminasi
  8. Mempertahankan keseimbangan cairan dan elektrolit
  9. Mengenal respon –respon fisiologis tubuh terhadap kondisi penyakit patologis, fisiologis dan kompensasi
  10. Mempertahankan mekanisme dan fungsi regulasi
  11. Mempertahankan fungsi sensorik
  12. Mengidentifikasi dan menerima ekspresi, perasaan dan reaksi positif dan negatif
  13. Mengidentifikasi dan menerima adanya hubungan timbal-balik antara emosi dan penyakit organic
  14. Mempertahankan komunikasi verbal dan non verbal
  15. Memfasilitasi perkembangan hubungan interpersonal yang produktif
  16. Mempasilitasi pencapaian tujuan spiritual personal yang progresif
  17. Mempertahankan lingkungan yang terapeutik
  18. Memfasilitasi kesadaran diri sendiri sebagai individu yang memiliki kebutuhan fisik, emosi dan perkembangan yang berbeda
  19. Menerima tujuan optimal yang dapat dicapai sehubungan  dengan keterbatasan fisik dan emosional
  20. Menggunkan sumber-sumber di komunitas sebagai sumber bantuan dalam mengatasi masalah yang muncul akibat dari penyakit
  21. Memahami peran dari masalah sosial sebagai faktor-faktor yang mempengaruhi dalam munculnya suatu penyakit
Myra levine(Teori Levine)
  • Teori keperwatan Myra Levine dirumuskan pada tahun 1966 dan dipublikasikan pada tahun 1973
  • Mengambarkan klien sebagai makhluk hidup terintegrasi yang saling berinteraksi dan beradaptasi terhadap lingkungannya.
  • Levine menyebutkan sebagai empat prinsip konservasi dalam keperwatan :
    • Konservasi energi klien
    • Konservasi struktur intergritas personal
    • Konservasi integritas personal
    • Konservasi integritas sosial
Hidegard E Peplau (Teori Peplau)
  • Hildgard lahir pada tanggal 1 september 1909 di Raeding, pennsylvania. Lulus dari Hospital school of Nursing di pottstown , pennsylvinia pada tahun 1931.
  • Dalam bidang psikologi interpersonal diperolehnya dari Bennington University, Vermont pada tahun  1943.
  • Peplau meraih gelar M.A. Dalam bidang keperawatan psikiatri dari Teacher’College, Colombia, New York pada tahun 1947
  • Dan gelar Ed.D dalam bidang pengembangan kurikulum pada tahun 1953
Keperawatan Psikodinamik
  • Kontribusi paplau dalam bidang keperwatan, khususnya keperwatan psikiatri sangat banyak.
  • Tahun 1952 “meluncurkan bukunya yang berjudul interperonal Relations in Nursing”
Keperawatan psikodinamik
Kemampuan seseorang (perawat) untuk memahami tingkah lakunya guna membantu orang lain, mengidentifikasi kesulitan yang dirasakannya, dan untuk menerapkan prinsip hubungan manusia pada permasalahan yang timbul di semua level pengalaman.
Paplau menjelaskan empat fase
Fase orientasi
Perawat dan klien bertindak sebagai dua individu yang belum saling mengenal. Fase ini merupakan fase untuk menentukan masalah. Fase orentasi dipengaruhi langsung  oleh :
  1. Ÿ  Sikap  perawat dan klien
  2. Ÿ  Ras
  3. Ÿ  Budaya
  4. Ÿ  Agama
  5. Ÿ  Pengalaman
  6. Ÿ  Latar belakang
  7. Ÿ  Dan harapan klien maupun perawat “Menimbulkan rasa saling percaya “
Fase Identifikasi
  • Klien memberi respon atau mengidentifikasi persoalan yang ia hadapi bersama orang yang dianggap memahami masalahnya.
  • Perawat melakukan eksplorasi perasaan dan membantu klien menghadapi penyakit
  • Klien diharapkan mulai memiliki perasaan terlibat dan mulai memiliki kemampuan untuk mengatasi masalahnya
Fase Eksploitasi
  • Eksplorasi /menggali , memahami keadaan klien dan mencegah meluasnya masalah.
  • perawat dituntut menguasai keterampilan berkomunikasi secara terapeutik
Fase resolusi/terminasi
Enam peran perawat :
  • Peran sebagai orang asing(role of the stranger)
  • Peran sebagai narasumber(role of resource person)
  • Peran sebagai pengajar(teaching role)
  • Peran sebagai wali(surrogate role)
  • Peran sebagai pemimpin (leadership role)
  • Peran sebagai penasehat (caunseling role)
Komponen utama keperawatan
  • Keperawatan
  • Individu
  • Kesehatan
  • Lingkungan
Jean Watson (Teori Watson)
  • Watson memperoleh gelar B.S.N. Untuk bidang keperawatn kesehatan jiwa dari Universitas of Corodo, Boulder.
  • Konsep keperawatan Watson adalah Human science dan Human care .
  • Fokus utama dalam keperawatan Watson adalah pada carative factor  yang bermula dari perspektif humanistik
Asumsi dasar tentang ilmu keperawatan Watson
  1. Askep dapat dilakukan dan dipraktikkan secara interpersonal
  2. Askep terlaksana oleh adanya faktor carative yg menghasilkan kepuasan pada kebutuhan manusia
  3. Askep yang efektif (meningkatkan kesehatan  dan perkembangan individu & keluarga
  4. Respon Askep (keadaan sekarang dan yang akan terjadi nanti)
  5. Lingkungan Askep
  6. Askep lebih bersifat healthgenic(menyehatkan) dari pada curing(mengobati)
  7. Praktek caring merupakan pusat keperwatan
Faktor carative teori Watson
  1. Membentuk sistem nilai humanistik-altruistik
  2. Menanamkan keyakinan dan harapan
  3. Mengembangkan sensitivitas untuk diri sendiridan orang lain
  4. Membina hubungan saling percaya dan saling membantu
  5. Meningkatkan dan menerima ekspresi perasaan positif dan negatif
  6. Menggunakan metode pencegahan masalah yang sistematis dalam pengambilan keputusan
  7. Meningkatkan proses belajar-mengajar interpersonal
  8. Menyediakan lingkungan yang mendukung, melindingi, memperbaiki mental, sosiokultural dan spritual
Ida Orlando(Teori Orlando)
  • Klien adalah individu dengan sudut kebutuhan dimana bila kebutuhan tersebut dipenuhi maka stress akan berkurang, meningkatkan kepuasan atau mendorong pencapaian kesehatan optimal.
  • Tiga elemen yaitu perilaku klien, reaksi perawat, dan tindakan perawat
  • Setelah perawat melakukan kebutuhan klien, dampak kebutuhan pada tingkat kesehatan klien dan akan bertindak secara otomatis atau direncanakan untuk memenuhi kebutuahan yang pada akhirnya menurunkan tekanan yang dialami oleh klien

0 komentar:

Poskan Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.