Falsafah dan Paradigma Keperawatan Perkembangan Ilmu Keperawa


Falsafah Keperawatan
  • Keperawatan adalah suatu bentuk pelayanan profesional yang merupakan bagian integral dari layanan kesehatan, didasarkan pada ilmu dan kiat keperawatan.
  • Falsafah Keperawatan: kenyakinan perawat terhadap nilai-nilai keperawatan yang menjadi pedoman dalam memberikan asuhan keperawatan.
Keyakinan Yang Harus Dimiliki Perawat
  • Manusia adalah individu yang unik holistik
  • Meningkatkan derajat kesehatan yang optimal
  • Kolaborasi dengan tim kesehatan dan pasien/keluarga.
  • Proses keperawatan
  • Perawat bertanggung jawab dan bertanggung gugat
  • Pendidikan keperawatan harus dilaksanakan terus-menerus
Paradigma Keperawatan
  • Paradigma keperawatan : Merupakan suatu pandangan global yang dianut oleh perawat yang mengatur hubungan di antara teori guna mengembangkan model konseptual dan teori-teori keperawatan sebagai kerangka kerja keperawatan.
  • Unsur paradigma keperawatan

Keperawatan
  • Memberikan layanan kesehatan
  • Memberikan bantuan yang paripurna dan efektif kepada klien
  • Membantu klien (dari level individu hingga masyarakat)
  • Melaksanakan intervensi keperawatan :
    • Promotif
    • Preventif
    • Kuratif
    • Rehabilitatif
Manusia
  • Manusia sebagai makhluk unik
    Mempunyai sifat dan karakteristik yang berbeda
  • Manusia sebagai sistem adaptif/terbuka
    memerlukan berbagai masukan dari subsistem dan suprasistem .
  • Manusia sebagai makluh holistik
    • Manusia sebagai makhluk bio
    • Manusia sebagai makhluk psiko
    • Manusia sebagai makhluk sosial
    • Makhluk sebagai makhluk spiritual
Kebutuhan Manusia
  • Kebutuhan aktualisasi diri
  • Kebutuhan harga diri
  • Kebutuhan cinta dan dicintai
  • Kebutuhan keselamatan dan keamanan
  • Kebutuhan fisiologis
Sehat-Sakit
  • Sehat adalah keadaan keseimbangan yang sempurna baik fisik, mental, dan sosial, tidak hanya bebas dari penyakit dan kelemahan (WHO)
  • Sehat adalah kemampuan optimal individu untuk menjalankan peran dan tugasnya secara efektif (parson)
  • Sehat adalah keadaan sejahtera tubuh, jiwa, sosial, yang memungkinkan setiap orang untuk hidup produktif secara sosial dan ekonomis (Undang – Undang Kesehatan RI No.23 Tahun 1992)
Sakit
  • Sakit adalah ketidak seimbangan fungsi normal tubuh manusia, termasuk jumlah sistem biologis dan kondisi kondisi penyesuaian ( parson).
  • Sakit adalah adanya gejala, persepsi tentang keadan sakit yang dirasakan, dan kemampuan beraktivitas sehari-hari yang menurun (Bauman).
  • Sakit adalah suatu keadaan tidak menyenangkan yang menimpa seseorang sehingga menimbulkan gangguan pada aktivitas jasmani maupun sosial (perkins).
kesimpulanya sakit adalah keadaan tidak normal atau sehat.
Rentang Sehat – Sakit

Faktor Yang Mempengaruhi Status Kesehatan

Prilaku sehat dipengaruhi oleh faktor
  • Pendidikan
  • Adat istiadat
  • Kepercayaan
  • Kebiasaan
  • Sosial ekonomi
Perilaku Sakit
  • Tidak memegang tanggung jawab selama sakit
  • Bebas dari tugas dan peran sosial
  • Berupaya mencapai kondisi sehat secepat mungkin
  • Bersama keluarga mencari bantuan dengan segera
Efek Sakit Terhadap Peran Individu
  • Perubahan Peran
  • Masalah keungan
  • Kesepian
  • Perubahan kebiasan sosial
Perkembangan Ilmu Keperawatan
Ilmu
Merupakan kumpulan pengetahuan yang padat dan proses mengetahui melalui penyelidikan yang sistematis dan terkendali (metode ilmiah).
Karakteristik ilmu :
  • Mempercepat rasional sebagai alat untuk memperoleh pengetahuan yang benar
  • Mempunyai alur pikir yang logis dan konsisten dengan pengetahuan yang telah ada
  • Melalui pengujian empiris sebagai kriteria kebenaran objektif
  • Memiliki mekanisme yang terbuka terhadap koreksi
Keperawatn Sebagai Ilmu
Apakah ilmu keperawatan memenuhi persyaratan untuk eksis sebagai sebuah disiplin ilmu yang mandiri?
  1. Ilmu keperawatan ditinjau dari sudut filsafat ilmu (philosophy of science)
  2. Cara pengetahuan diperoleh dan disusun (epistemologi)
  3. Serta nilai yang terkait dengan pengetahuan (aksiologi)
Ilmu Keperawatan ditinjau dari sudut ontologi
  • Mempunyai pengertian , falsafah , sejarah, tujuan, penerima layanan keperawatan, fokus keperawatan, objek formal, objek materi.
  • Objek materia ilmu keperawatan adalah manusia yang tidak dapat berfungsi secara sempurna dalam kaitannya dengan kondisi kesehatan dan proses penyembuhan.
  • Titik fokus dalam keperawatan adalah respon manusia terhadap ketidakseimbangan yang dapat ditangani dengan ASKEP.
  • Objek formal : bantuan bagi individu dalam proses penyembuhan secara holistik.
Ilmu Keperawatan Dari Sudut Epistemologi
Sifat / karakteristik ilmu keperawatan
  • Pengetahuan umum(public knowledge)
  • Objektif
  • Abstraksi
  • Konseptual
  • Generalisasi
Untuk mengembangkan ilmu keperawatan dibutuhkan ilmu lain sebagia pembentuk body of knowledge ilmu keperawatan antara lain:
  • Kelompok ilmu humaniora, metodologi, hukum dan etika
  • Kelompok ilmu alam dasar : biofisika, kimia, biologi
  • Kelompok ilmu perilaku yang mencakup psikologi
  • Kelompok ilmu sosial : sosiologi, antropologi,demografi dan politik
  • Kelompok ilmu biomedik : anatomi, fisiologi, biokimia, patofisiologi, farmako dll
  • Kelompok ilmu kesehatan masyarakat
  • Kelompok ilmu kedokteran klinik : penyakit syaraf, kulit dll
Ilmu Keperawatan Dari Sudut Aksiologi
  • Aplikasi asas moral dari ilmu keperawatan adalah tanggung jawab profesional terhadap klien , masyarakat dan Tuhan YME.
  • Asas moral yang terkandung dalam ilmu keperawatan dimanifestasikan kedalam kode etik keperwatan
  • Kode etik keperawatan : asas/moral tertulis yang harus dijadikan pedoman/prinsip bagi setiap perawat dalam berinteraksi dengan klien agar perilaku perawat tetap dalam koridor kebenaran.
Kode etik keperawatan Indonesia(PPNI)
  • Perawat dan klien
    • perawat dalam memberikan layanan keperawatan menghargai harkat dan martabat manusia
    • Perawat dalam memberikan layanan keperawatan senantiasa memelihara seasana lingkungan yg menghargai nilai-nilai budaya
    • Tanggung jawab utama perawat adalah mereka yang membutuhkan ASKEP
    • Perawat wajib merahasiakan segala sesuatu yg diketahui dgn tugas yg dipercayakan kepadanya
  • Perawat dan praktik
    • Perawat dan masyarakat
    • Perawat memelihara dan meningkatkan kompetensi di bidang keperawatan
    • Perawat senantiasa memelihara mutu layanan keperawatan yang tinggi dan profesional
    • Perawat menbuat keputusan berdasarkan informasi yang adekuat
    • Perawat senantiasa menjungjung tinggi nama baik profesi keperawatan
  • Perawat dan masyarakat
    Perawat mengembang tanggung jawab bersama masyarakat untuk memprakarsai dan mendukung berbagai kegiatan kebutuhan kesehatan masyarakat
  • Perawat dan rekan sejawat
    • Perawat senantiasa memelihara hubungan baik dgn sesama perwat maupun tenaga kesehatan lain
    • Perawat bertindak melindungi klien dari tenaga kesehatan yang memberi layanan yang tidak kompeten, tidak etis, dan ilegal
  • Perawat dan profesi
    • Perawat mempunyai peran penting dlm menentukan standar pendidikan dan layanan keperawatan
    • Perawat berperan aktif dalam berbagai kegiatan pengembangan profesi keperawatan
    • Perawat berpartisipasi aktif dalam upaya profesi untuk membangun dan memelihara kondisi kerja yg kondusif demi terwujudnya ASKEP yg bermutu tinggi.

Diagnosis Keperawatan

Variasi pernyataan diagnosa keperawatan “Resiko infeksi”
  • Diagnosis Keperawatan merupakan keputusan klinik tentang respon individu, keluarga dan masyarakat tentang masalah kesehatan aktual atau potensial, dimana berdasarkan pendidikan dan pengalamannya, perawat secara akontabilitas dapat mengidentifikasi dan memberikan intervensi secara pasti untuk menjaga, menurunkan, membatasi, mencegah dan merubah status kesehatan klien (Carpenito, 2000; Gordon, 1976 & NANDA).
KOMPONEN DIAGNOSIS KEPERAWATAN
  • Problem (P/masalah), merupakan gambaran keadaan klien dimana tindakan keperawatan dapat diberikan. Masalah adalah kesenjangan atau penyimpangan dari keadaan normal yang seharusnya tidak terjadi.
    Tujuan : menjelaskan status kesehatan klien atau masalah kesehatan klien secara jelas dan sesingkat mungkin. Diagnosis keperawatan disusun dengan menggunakan standart yang telah disepakati (NANDA, Doengoes, Carpenito, Gordon, dll), supaya :
    • Perawat dapat berkomunikasi dengan istilah yang dimengerti secara umum
    • Memfasilitasi dan mengakses diagnosa keperawatan
    • Sebagai metode untuk mengidentifikasi perbedaan masalah keperawatan dengan masalah medis
    • Meningkatkan kerjasama perawat dalam mendefinisikan diagnosis dari data pengkajian dan intervensi keperawatan, sehingga dapat meningkatkan mutu asuhan keperawatan.
  • Etiologi (E/penyebab), keadaan ini menunjukkan penyebab keadaan atau masalah kesehatan yang memberikan arah terhadap terapi keperawatan. Penyebabnya meliputi : perilaku, lingkungan, interaksi antara perilaku dan lingkungan.
Unsur-unsur dalam identifikasi etiologi :
  • Patofisiologi penyakit : adalah semua proses penyakit, akut atau kronis yang dapat menyebabkan / mendukung masalah.
  • Situasional : personal dan lingkungan (kurang pengetahuan, isolasi sosial, dll)
  • Medikasi (berhubungan dengan program pengobatan/perawatan) : keterbatasan institusi atau rumah sakit, sehingga tidak mampu memberikan perawatan.
  • Maturasional :
  • Adolesent : ketergantungan dalam kelompok
  • Young Adult : menikah, hamil, menjadi orang tua
  • Dewasa : tekanan karier, tanda-tanda pubertas.
Sign & symptom (S/tanda & gejala), adalah ciri, tanda atau gejala, yang merupakan informasi yang diperlukan untuk merumuskan diagnosis keperawatan.
Jadi rumus diagnosis keperawatan adalah : PE / PES.
Structure of NANDA DX
  • Diagnostic Label (coded) Actual, Risk, or Wellness
  • Definition
  • Defining Characteristics
  • Related Factors
  • Uses multi-axial approach
PERSYARATAN DIAGNOSIS KEPERAWATAN
  • Perumusan harus jelas dan singkat dari respon klien terhadap situasi atau keadaan yang dihadapi
  • Spesifik dan akurat (pasti)
  • Dapat merupakan pernyataan dari penyebab
  • Memberikan arahan pada asuhan keperawatan
  • Dapat dilaksanakan oleh perawat
  • Mencerminan keadaan kesehatan klien.
HAL-HAL YANG PERLU DIPERHATIKAN DALAM MENENTUKAN DIAGNOSIS KEPERAWATAN
  • Berorientasi kepada klien, keluarga dan masyarakat
  • Bersifat aktual atau potensial
  • Dapat diatasi dengan intervensi keperawatan
  • Menyatakan masalah kesehatan individu, keluarga dan masyarakat, serta faktor-faktor penyebab timbulnya masalah tersebut.
CIRI-CIRI DX KEPERAWATAN & DX MEDIS
NODIAGNOSIS KEPERAWATANDIAGNOSIS MEDIS
1Menggambarkan tanggapan individu terhadap proses penyakit, kondisi dan situasi.Menggambarkan proses penyakit secara khusus.
2Berorientasi kepada kebutuhan dasar manusia.Berorientasi kepada patologi penyakit.
3Berubah apabila tanggapan klien berubah.Tetap ada selama masih sakit.
4Memberikan pedoman untuk asuhan keperawatan yang independen.Memberi pedoman kepada pengelolaan medis yang sebagian dilaksanakan perawat.
5Tidak secara umum menggunakan sistem klasifikasi. Sistem ini masih akan dikembangkan.Dikembangkan menurut sistem klasifikasi yang diterima oleh profesi kedokteran.
 PERBEDAAN DIAGNOSIS KEPERAWATAN & MEDIS
NODIAGNOSIS KEPERAWATANDIAGNOSIS MEDIS
1Berfokus pada respon atau reaksi klien terhadap penyakitnya.Berfokus pada faktor-faktor yang bersifat pengobatan dan penyembuhan penyakit .
2Berorientasi pada kebutuhan individu.Berorientasi kepada keadaan patologis.
3Berubah sesuai dengan perubahan respon klien .Cenderung tetap, mulai dari sakit sampai sembuh .
4Mengarah kepada fungsi mandiri perawat, dalam melaksanakan tindakan keperawatan dan evaluasiMengarah kepada tindakan medis yang sebagian dapat dilimpahkan kepada perawat.
 ALASAN PENULISAN DIAGNOSA KEPERAWATAN
  • Memberikan asuhan keperawatan secara komprehensif
  • Memberikan kesatuan bahasa dalam profesi keperawatan
  • Meningkatkan komunikasi antar sejawat dan profesi kesehatan lainnya
  • Membantu merumuskan hasil yang diharapkan / tujuan yang tepat dalam menjamin mutu asuhan keperawatan, sehingga pemilihan intervensi lebih akurat dan menjadi pedoman dalam melakukan evaluasi
  • Menciptakan standar praktik keperawatan
  • Memberikan dasar peningkatan kualitas pelayanan keperawatan.
PROSES PENYUSUNAN DIAGNOSIS KEPERAWATAN
 Klasifikasi & Analisis Data
  • Pengelompokkan data adalah mengelompokkan data-data klien atau keadaan tertentu dimana klien mengalami permasalahan kesehatan atau keperawatan berdasarkan kriteria permasalahannya.
  • Pengelmpkkan data dapat disusun berdasarkan pola respon manusia (taksonomi NANDA) dan/atau pola fungsi kesehatan (Gordon, 1982) :
Mengindentifikasi masalah klien
  • Masalah klien merupakan keadaan atau situasi dimana klien perlu bantuan untuk mempertahankan atau meningkatkan status kesehatannya, atau meninggal dengan damai, yang dapat dilakukan oleh perawat sesuai dengan kemampuan dan wewenang yang dimilikinya
  • Identifikasi masalah klien dibagi menjadi : pasien tidak bermasalah, pasien yang kemungkinan mempunyai masalah, pasien yang mempunyai masalah potensial sehingga kemungkinan besar mempunyai masalah dan pasien yang mempunyai masalah aktual.
Memvalidasi diagnosis keperawatan
  • Adalah menghubungkan dengan klasifikasi gejala dan tanda-tanda yang kemudian merujuk kepada kelengkapan dan ketepatan data. Untuk kelengkapan dan ketepatan data, kerja sama dengan klien sangat penting untuk saling percaya, sehingga mendapatkan data yang tepat.
  • Pada tahap ini, perawat memvalidasi data yang ada secara akurat, yang dilakukan bersama klien/keluarga dan/atau masyarakat. Validasi tersebut dilaksanakan dengan mengajukan pertanyaan atau pernyataan yang reflektif kepada klien/keluarga tentang kejelasan interpretasi data. Begitu diagnosis keperawatan disusun, maka harus dilakukan validasi.
Menyusun diagnosis keperawatan sesuai dengan prioritasnya
  • Setelah perawat mengelompokkan, mengidentifikasi, dan memvalidasi data-data yang signifikan, maka tugas perawat pada tahap ini adalah merumuskan suatu diagnosis keperawatan. Diagnosa keperawatan dapat bersifat aktual, resiko, sindrom, kemungkinan dan wellness.
  • Menyusun diagnosis keperawatan hendaknya diurutkan menurut kebutuhan yang berlandaskabn hirarki Maslow
 Prioritas Masalah
  • Berdasarkan Hirarki Maslow : fisiologis, aman-nyaman-keselamatan, mencintai dan memiliki, harga diri dan aktualisasi diri
  • Griffith-Kenney Christensen : ancaman kehidupan dan kesehatan, sumber daya dan dana yang tersedia, peran serta klien, dan prinsip ilmiah dan praktik keperawatan.
KATEGORI DIAGNOSIS KEPERAWATAN
  • Diagnosis Keperawatan Aktual
  • Diagnosis Keperawatan Resiko
  • Diagnosis Keperawatan Kemungkinan
  • Diagnosis Keperawatan Sejahtera
  • Diagnosis Keperawatan Sindrom
MENCEGAH KESALAHAN DALAM MEMBUAT DIAGNOSIS KEPERAWATAN
  • Tidak menggunakan istilah medis. Jika harus, hanya sebatas memperjelas, dengan diberi pernyataan `sekunder terhadap`. Ex : mastektomi b.d kanker
  • Tidak merumuskan diagnosis keperawatan sebagai suatu diagnosa medis. Ex : Resiko pneumonia
  • Jangan merumuskan diagnosis keperawatan sebagai suatu intervensi keperawatan. Ex : Menggunakan pispot sesering mungkin b.d dorongan ingin berkemih
MENCEGAH KESALAHAN DALAM MEMBUAT DIAGNOSIS KEPERAWATAN
  • Jangan menggunakan istilah yang tidak jelas. Gunakan istilah / pernyataan yang lebih spesifik.
    Ex: Tidak efektifnya bersihan jalan nafas b.d kesulitan bernafas
  • Jangan menulis diagnosis keperawatan yang mengulangi instruksi dokter.
    Ex : Instruksi untuk puasa
  • Jangan merumuskan dua masalah pada saat yang sama.
    Ex : Nyeri dan takut b.d prosedur operasi
  • Jangan menghubungkan masalah dengan situasi yang tidak dapat diubah.
    Ex : Resiko cedera b.d kebutaan
  • Jangan menuliskan etiologi atau tanda/gejala untuk masalah.
    Ex : Kongesti paru b.d tirah baring lama
  • Jangan membuat asumsi.
    Ex : Resiko perubahan peran b.d tidak berpengalaman menjadi ibu baru.
  • Jangan menulis pernyataan yang tidak bijaksana secara hukum.
    Ex : Kerusakan integritas kulit b.d posisi klien tidak diubah setiap 2 jam.

Introduksi Proses Keperawatan

INTRODUKSI PROSES KEPERAWATAN
  • Pelayanan kesehatan di rumah sakit merupakan bentuk pelayanan yang diberikan kepada klien oleh suatu tim multi disiplin termasuk tim keperawatan. Tim keperawatan merupakan anggota tim kesehatan garda depan yang menghadapi masalah kesehatan klien selama 24 jam secara terus menerus.
  • Para penerima jasa pelayanan kesehatan saat ini telah menyadari hak-haknya sehingga keluhan, harapan, laporan, dan tuntutan ke pengadilan sudah menjadi suatu bagian dari upaya mempertahankan hak mereka sebagai penerima jasa tersebut.
STRESSOR
Interaksi  perawat dan klien ini  menghasilkan kondisi stres tahap ekshausi,  yang menyebabkan ketahanan tubuh semakin menurun. Kondisi ini menyebabkan proses penyembuhan terhambat dan bahkan dapat menimbulkan penyakit baru.
  • Oleh karena itu industri jasa kesehatan menjadi semakin merasakan bahwa kualitas pelayanan merupakan upaya kompetentif dalam rangka mempertahankan eksistensi pelayanan tersebut.
  • Florence Nightingale pada tahun 1858, telah berupaya memperbaiki kondisi pelayayanan keperawatan yang diberikan kepada serdadu pada perang Krimen.
  • Dengan terjadinya perubahan diberbagai aspek kehidupan keperawatan pada saat ini telah berkembang menjadi suatu profesi yang memiliki keilmuan unik yang menghasilkan peningkatan minat dan perhatian diantara anggotanya dalam meningkatkan pelayanannya.
  • Tim pelayanan keperawatan memberikan pelayanan kepada klien sesuai dengan keyakinan profesi dan standar yang ditetapkan. Hal ini ditujukan agar pelayanan keperawatan yang diberikan senantiasa merupakan pelayanan yang aman serta dapat memenuhi kebutuhan dan harapan klien.
  • Asuhan keperawatan yang bermutu dan dapat dicapai jika pelaksanaan asuhan keperawatan dipersepsikan sebagai suatu kehormatan yang dimiliki oleh para perawat dalam memperlihatkan sebagai suatu kehormatan yang dimiliki oleh perawat dalam memperlihatkan haknya untuk memberikan asuhan yang manusiawi, aman, serta sesuai dengan standar dan etika profesi keperawatan yang berkesinambungan dan terdiri dari kegiatan pengkajian, perencanaan, implementasi rencana, dan evaluasi tindakan keperawatan yang telah diberikan.
  • Proses keperawatan digunakan untuk membantu perawat melakukan praktik keperawatan secara sistematis dalam memecahkan masalah keperawatan. Dengan menggunakan metode ini, perawat dapat mendemonstrasikan tanggung gugat dan tanggung jawab pada klien, sehingga kualitas praktik keperawatan dapat ditingkatkan.
  • Proses keperawatan memberikan kerangka yang dibutuhkan dalam asuhan keperawatan kepada klien, keluarga dan komunitas, serta merupakan metode yang efisien dalam membuat keputusan klinik, serta pemecahan masalah baik aktual maupun potensial dalam mempertahankan kesehatan.
REVIEW NURSING PROCESS & CRITICAL THINKING NURSING àCRITICAL THINKING & SCIENTIFIC APPROACH  PROBLEM SOLVING
 Proses keperawatan
  • Suatu pendekatan sistematis untuk mengenal masalah-masalah pasien dan mencarikan alternatif pemecahan masalah dalam memenuhi kebutuhan-kebutuhan pasien.
  • Merupakan proses pemecahan masalah yang dinamis dalam memperbaiki dan meningkatkan kesehatan pasien sampai ke tahap maksimum.
  • Merupakan pendekatan ilmiah
  • Terdiri dari 4 tahap : pengkajian, perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi. Atau, ada pula yang menterjemahkannya ke dalam 5 tahap : pengkajian, perumusan diagnosis keperawatan, perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi.
ALASAN PENGGUNAAN PROSES KEPERAWATAN
  • Meningkatnya tuntutan masyarakat akan pelayanan keperawatan
  • Profesionalisme, sesuai dengan konsep keperawatan bahwa perawatan merupakan pelayanan esensial yang diberikan oleh perawat profesional di mana dalam melaksanakan kegiatannya menggunakan pendekatan proses keperawatan
  • Untuk efektifitas dan efisiensi pelayanan keperawatan
  • Untuk meningkatkan peran serta dan keterlibatan pasien dalam pelayanan keperawatan.
TUJUAN UMUM :
  • Memberikan suatu kerangka kerja berdasarkan kebutuhan klien, keluarga dan masyarakat, sehingga kebutuhan perawatan kesehatan klien, keluarga dan masyarakat dapat terpenuhi.
TUJUAN KHUSUS :
  • Mempraktekkan metode pemecahan masalah dalam praktek keperawatan (problem solving)
  • Menggunakan standart dalam praktek keperawatan
  • Memperoleh metode yang baku, rasional dan sistematis
  • Meperoleh metode yang dapat digunakan dalam berbagai macam situasi
  • Memperoleh asuhan keperawatan yang berkualitas tinggi
SIFAT :
  • Dinamis
  • Siklik
  • Interdependent
  • Fleksibel
 KARAKTERISTIK PROSES KEPERAWATAN
  • Tujuan : proses keperawatan mempunyai tujuan yang jelas melalui suatu tahapan dalammeningatkan kualitas asuhan keperawatan
  • Sistematik : menggunakan suatu pendekatan yang terorganisir untuk mencapai suatu tujuan --- meningkatkan kualitas asuhan keperawatan dan menghindari masalah yang bertentangan dengan tujuan pelayanan kesehatan / keperawatan
  • Dinamik : proses keperawatan ditujukan dalam mengatasi masalah-masalah kesehatan klien yang dilaksanakan secara berkesinambungan. Proses keperawatan ditujukan pada suatu perubahan respon klien yang diidentifikasi melalui hubungan antara perawat dan klien
  • Interaktif : dasar hubungannya adalah hubungan timbal balik antar perawat, klien, keluarga dan tenaga kesehatan lainnya
  • Fleksibel : dapat diadopsi pada praktik keperawatan dalam situasi apapun dan bisa digunakan secara berurutan
  • Teoritis : setiap langah dalam proses keperawatan selalu didasarkan pada suatu ilmu yang luas, khususnya ilmu dan model keperawatan yang berlandaskan pada filosofi keperawatan dan
 SASARAN
Sasaran dalam proses keperawatan adalah individu, keluarga dan masyarakat yang mempunyai masalah keperawatan, karena ketidakmampuannya dalam memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari, baik secara fisik, mental, sosial dan spiritual. Dapat juga yang diakibatkan oleh kurangnya pengetahuan dan faktor ketidaktahuan klien tentang perawatan diri atau karena kelemahan fisik, mental dan sosial.
 KOMPONEN PROSES KEPERAWATAN
Dalam proses keperawatan, ada lima (5) tahap yang harus dilalui; dimana tahap-tahap tersebut tidak dapat dipisahkan dan saling berhubungan. Tahap-tahap ini secara bersama-sama membentuk lingkaran pemikiran dan tindakan yang kontinu, yang mengulangi kembali kontak dengan klien.
 Tahap-tahap dalam proses keperawatan tersebut adalah sebagai berikut :
  1. Pengkajian
  2. Diagnosis keperawatan
  3. Perencanaan
  4. Pelaksanaan
  5. Evaluasi
Kelima tahap tersebut merupakan pedoman dalam mencapai tujuan keperawatan, yaitu : meningkatkan, mempertahankan kesehatan, atau membuat klien mencapai kematian dengan tenang pada klien yang terminal, serta memungkinkan klien atau keluarga dapat mengatur kesehatannya sendiri, secara mandiri, menjadi lebih baik atau meningkat.
 PENGKAJIAN / ASSESSMENT
  • Pengumpulan data
  • Klasifikasi / tabulasi data
  • Analisis data
  • Penentuan masalah / diagnosis keperawatan
  • Penentuan prioritas masalah
PERENCANAAN
  • Menentukan dan merencanakan tujuan
  • Menentukan tindakan keperawatan / intervensi
  • Menuliskan instruksi keperawatan
 PELAKSANAAN
Melaksanakan tindakan / intervensi sesuai dengan rencana keperawatan yang dibuat.
 PENILAIAN / EVALUASI
Mengevaluasi hasil tindakan keperawatan yang telah dilaksanakan --- menilai pencapaian tujuan --- perbaikan rencana tindakan bila diperlukan.

PERBANDINGAN ANTARA PROSES KEPERAWATAN & MEDIS
NOPROSES KEPERAWATANPROSES MEDIS
PENGKAJIAN : Mengumpulkan data dari :
  1. Riwayat keperawatan
  2. Pemeriksaan fisik
  3. Tinjauan catatan & hasil-hasil pemeriksaan diagnostik
  4. Konsultasi dengan anggota tim kesehatan yang lain
  5. Tinjauan literatur yang relevan
PENGKAJIAN
  1. Riwayat medis
  2. Pemeriksaan fisik
  3. Test diagnostik
  4. Tinjauan literatur
ANALISIS / DIAGNOSIS KEP.
  1. Analisis data
  2. Identifikasi masalah
  3. Fromulasi dengan keperawatam
DIAGNOSIS MEDIS
  1. Organisasi data
  2. Analisis & interpretasi data
  3. Formulasi dengan medis
PERENCANAAN
  1. Prioritas masalah keperawatan
  2. Merumuskan tujuan dan kriteria evaluasi
  3. Menulis rencana keperawatan
  4. Mendelegasikan aktivitas keperawatan
PERENCANAAN
  1. Menyusun prioritas
  2. Merumuskan tujuan untuk terapi
  3. Menulis rencana terapi
IMPLEMENTASI
  1. Strategi sebelum implementasi
  2. Implementasi
  3. Strategi setelah implementasi
IMPLEMENTASI
  1. Interaksi dokter
  2. Terapi medis
  3. Rujukan-rujukan
EVALUASI
  1. Mengumpulkan data tentang respon klien
  2. Bandingkan tingkat keberhasilannya
  3. Memastikan keberhasilan tindakan
  4. Menganalisis variabel-variabel yang mempengaruhi hasil
  5. Memodifikasi rencana asuhan keperawatan
EVALUASI
  1. Menetapkan keberhasilan terapi medis
  2. Analisis variabel
  3. Memperbaiki rencana terapi
PENGETAHUAN & KEMAMPUAN untuk PROSES KEPERAWATAN
PENGETAHUANKEMAMPUAN
PENGKAJIAN
  • Sistem bio-psiko-sosio-spiritual
  • Kebutuhan dan perkembangan
  • Sehat-sakit
  • Patofisiologi
  • Kultur & nilai
  • Observasi secara sistematis
  • Komunikasi verbal & non verbal
  • Mendengar dengan penuh perhatian
  • Membina kepercayaan
  • Melaksanakan pemeriksaan fisik
ANALISIS / DIAGNOSIS KEPERAWATAN
  • Masalah yang lazim terjadi
  • Faktor penyebab masalah
  • Tanda & karakteristik masalah
  • Standart ukuran normal
  • Berpikir kritis
  • Identifikasi pola
  • Mengorganisasi & mengelmpokkan data
  • Membuat kesimpulan
  • Membuat keputusan atau pertimbangan
PERENCANAAN
  • Kekuatan & kelemahan klien
  • Nilai-nilai & kepercayaan klien
  • Lingkup praktik keperawatan
  • Sumber-sumber yang sesuai utk strategi implementasi keperawatan
  • Peran tenaga kesehatan lainnya
  • Memecahkan masalah
  • Mengambil keputusan
  • Menulis tujuan & kriteria evaluasi
  • Memilih, membuat & menulis intervensi yang diputuskan
  • Kerjasama dengan klien & tenaga kesehatan yang lainnya
IMPLEMENTASI
  • Bahaya-bahaya fisik & perlindungan
  • Asepsis
  • Prosedur-prosedur
  • Organisasi
  • Teori perubahan
  • Bimbingan
  • Hak-hak pasien
  • Tingkat perkembangan klien
  • Observasi yang sistematis
  • Komunikasi terapeutik
  • Mempertahankan hubungan saling percaya & saling membantu
  • Melakukan teknik prsikomotor
  • Mengajarkan perawatan pada diri sendiri
  • Melaksanakan askep
  • Sebagai advokat
  • Menasehati
  • Supervisi & evaluasi
  • Melaksanakan order medis
EVALUASI
  • Sesuaikan dengan tujuan & kriteria hasil
  • Respon klien terhadap intervensi
  • Mendapatkan data yang relevan untuk membandingkannya dengan kriteria evaluasi
  • Menyimpulkan pencapaian tujuan
  • Mengkaji ulang

KETRAMPILAN YANG DIPERLUKAN OLEH PERAWAT
  • Ketrampilan interpersonal : komunikasi terapeutik
  • Teknis : kemampuan untuk mempergunakan alat & penampilan dalam melaksanakan prosedur keperawatan
  • Intelektual :
    • Pemecahan masalah
    • Berfikir kritis
    • Membuat keputusan
Proses keperawatan adalah :
  • What (pengertian) : seperangat langkah / tindakan :
    • Direncanakan
    • Saintifik (ilmiah)
    • Sistematis
    • Berurutan
    • Berkelanjutan
    • Dinamis
    • Bersiklus
    • Ketergantungan
    • Fleksibel
  • Why (tujuan) : mempraktikkan & memperoleh :
    • Menggunakan metoda pemecahan masalah
    • Menggunakan standart praktek keperawatan
    • Menggunakan metode yang baku, rasinal & sistematis
    • Menggunakan metoda yang dapat digunakan untuk segala situasi
    • Meningkatkan kualitas asuhan keperawatan
  • When (bilamana dilaksanakan) : dalam segala kesempatan :
    • Seluruh siklus hidup manusia (mulai dari dalam kandungan s.d meninggal)
    • Setiap saat pelayanan keperawatan dapat dilaksanakan
  • Where (dimana) : semua tempat pelayanan kesehatan
    • Rumah Sakit
    • Puskesmas
    • Rumah (keluarga)
    • Masyarakat
    • Posyandu
  • Who (siapa) : dilaksanakan oleh perawat pada pasien --- dalam pelaksanaannya memerlukan kerja sama dari pasien :
-  Perawat :
  • Dalam melaksanakan praktek profesional
  • Dalam mengembangkan kompetensi
  • Menerapkan kemampuan & ketrampilan intelektual, teknis, & komunikasi interpersonal
- Pasien :
  • Seseorang yang mengalami masalah kesehatan / keperawatan, baik fisik, mental, sosial & spiritual
  • Seseorang yang membutuhkan bantuan perawatan dari tingkat sederhana s.d yang kompleks
  • Pasien dengan semua tingkat sosial ekonomi & sosial budaya
  • How (bagaimana) : menggunakan tahap-tahap :
    • Pengkajian data
    • Perumusan diagnosis keperawatan
    • Perencanaan keperawatan
    • Intervensi keperawatan
    • Evaluasi keperawatan.
PENGKAJIAN KEPERAWATAN
Pengkajian adalah pemikiran dasar dari proses keperawatan yang bertujuan untuk mengumpulkan informasi atau data tentang klien, agar dapat mengidentifikasi, mengenali masalah-masalah, kebutuhan kesehatan dan keperawatan klien, baik fisik, mental, sosial dan lingkungan (Effendy, 1995).
Pengkajian yang sistematis dalam keperawatan dibagi dalam empat tahap kegiatan, yang meliputi ; pengumpulan data, analisis data, sistematika data dan penentuan masalah.
  • Pengumpulan dan pengorganisasian data harus menggambarkan dua hal, yaitu : status kesehatan klien dan kekuatan – masalah kesehatan yang dialami oleh klien.
  • Pengkajian keperawatan data dasar yang komprehensif adalah kumpulan data yang berisikan status kesehatan klien, kemampuan klien untuk mengelola kesehatan dan keperawatannya terhadap dirinya sendiri dan hasil konsultasi dari medis atau profesi kesehatan lainnya.
Data fokus keperawatan adalah data tentang perubahan-perubahan atau respon klien terhadap kesehatan dan masalah kesehatannya, serta hal-hal yang mencakup tindakan yang dilaksanakan kepada klien.
A.     PENGUMPULAN DATA
Pengumpulan data adalah pengumpulan informasi tentang klien yang dilakukan secara sistematis untuk menentuan masalah-masalah, serta kebutuhan-kebutuhan keperawatan dan kesehatan klien.
  •  Pengumpulan informasi merupakan tahap awal dalam proses keperawatan. Dari informasi yang terumpul, didapatkan data dasar tentang masalah-masalah yang dihadapi klien. Selanjutnya data dasar tersebut digunaan untuk menentuan diagnosis keperawatan, merencanakan asuhan keperawatan, serta tindakan keperawatan untuk mengatasi masalah-masalah klien.
  • Pengumpulan data dimulai sejak klien masuk ke rumah sakit (initial assessment), selama klien dirawat secara terus-menerus (ongoing assessment), serta pengkajian ulang untuk menambah / melengkapi data (re-assessment).
  • TUJUAN PENGUMPULAN DATA
    • Memperoleh informasi tentang keadaan kesehatan klien
    • Untuk menentukan masalah keperawatan dan kesehatan klien
    • Untuk menilai keadaan kesehatan klien
    • Untuk membuat keputusan yang tepat dalam menentukan langahlangkah beriutnya.
  • KARAKTERISTIK DATA
    • Lengkap
    • Akurat dan nyata
    • Relevan
  • INFORMASI YANG DIPERLUKAN
    • Segala sesuatu tentang klien sebagai makhluk bio-psiko-sosial & spiritual
    • Kemampuan dalam mengatasi masalah dalam kehidupan sehari-hari
    • Masalah kesehatan dan keperawatan yang mengganggu kemampuan klien
    • Keadaan sekarang yang berkaitan dengan rencana asuhan keperawatan yang akan dilakuan terhadap klien
  • SUMBER DATA
    • Sumber data Primer : data-data yang dikumpulkan dari klien, yang dapat memberikan informasi yang lengap tentang masalah kesehatan dan keperawatan yang dihadapinya.
    • Sumber data Sekunder : data-data yang diumpulkan dari orang terdekat klien (keluarga), seperti orang tua, saudara, atau pihak lain yang mengerti dan dekat dengan klien
    • Sumber data lainnya :catatan klien (perawatan atau rekam medis klien) yang merupakan riwayat penyakit dan perawatan klien di masa lalu.
Secara umum, sumber data yang dapat digunakan dalam pengumpulan data adalah :
  • Klien sendiri sebagai sumber data utama (primer)
  • Orang terdekat
  • Catatan klien
  • Riwayat penyakit (pemeriksaan fisik dan catatan perkembangan)
  • Konsultasi
  • Hasil pemeriksaan diagnostik
  • Catatan medis dan anggota tim kesehatan lainnya
  • Perawat lain
  • Kepustakaan
  • JENIS DATA
    • Data Objektif : data yang diperoleh melalui suatu pengukuran dan pemeriksaan dengan menggunakan standart yang diakui (berlaku), seperti : warna kulit, tanda-tanda vital, tingkat kesadaran, dll. Data-data tersebut diperoleh melalui `senses` : Sight, smell, hearing, touch dan taste.
    • Data Subjektif : data yang diperoleh dari keluhan-keluhan yang disampaikan oleh klien, misalnya rasa nyeri, pusing, mual, ketakutan, kecemasan, ketidaktahuan, dll.
  • CARA PENGUMPULAN DATA
    • Wawancara
    • Pemeriksaan Fisik
    • Studi Dokumentasi
    • Observasi
  • WAWANCARA
    • Wawancara adalah menanyakan atau membuat tanya-jawab yang berkaitan dengan masalah yang dihadapi oleh klien, biasa juga disebut dengan anamnesa. Wawancara berlangsung untu menanyakan hal-hal yang berhubungan dengan masalah yang dihadapi klien dan merupakan suatu komunikasi yang direncanakan.
    • Macam wawancara :
  • Auto anamnese : wawancara dengan klien langsung
  • Allo anamnese : wawancara dengan keluarga / orang terdekat.
  • PENGAMATAN / OBSERVASIObservasi adalah mengamati perilaku dan keadaan klien untuk memperoleh data tentang masalah kesehatan dan keperawatan klien. Observasi dilakukan dengan menggunakan penglihatan dan alat indra lainnya, melalui rabaan, sentuhan dan pendengaran. Tujuan dari observasi adalah mengumpulkan data tentang masalah yang dihadapi klien melalui kepekaan alat panca indra.
  • PEMERIKSAAN FISIK
    • Inspeksi
    • Palpasi
    • Perkusi
    • Auskultasi
Pendekatan pengkajian fisik dapat menggunakan :
  • Head-to-toe (dari kepala s.d kaki)
    • ROS (Review of System)
    • Pola fungsi kesehatan (Gordon, 1982)
  • Setelah data terkumpul, dilakukan pengelompokkan data, yang dapat dilakukan dengan cara :
    •  Berdasarkan sistem tubuh
    • Berdasarkan kebutuhan dasar (Maslow)
    • Berdasarkan teori keperawatan
    • Berdasarkan pola kesehatan fungsional.
B.     ANALISIS DATA
Analisis data merupakan kemampuan kognitif dalam pengembangan daya berfikir dan penalaran yang dipengaruhi oleh latar belakang ilmu dan pengetahuan, pengalaman, dan pengertian keperawatan. Dalam melakukan analisis data, diperlukan kemampuan mengkaitkan data dan menghubungkan data tersebut dengan konsep, teori dan prinsip yang relevan untuk membuat kesimpulan dalam menentukan masalah kesehatan dan keperawatan klien.
  • Dasar analisis :
    • Anatomi – fisiologi
    • Patofisiologi penyakit
    • Mikrobiologi – parasitologi
    • Farmakologi
    • Ilmu perilaku
    • Konsep-konsep (manusia, sehat-sakit, keperawatan, dll)
    • Tindakan dan prosedur keperawatan
    • Teori-teori keperawatan.
  • Cara analisis data :
    • Validasi data, teliti kembali data yang telah terkumpul
    • Mengelompokkan data berdasarkan kebutuhan bio-psiko-sosial dan spiritual
    • Membandingkan dengan standart
    • Membuat kesimpulan tantang kesenjangan (masalah keperawatan) yang ditemukan
C.     PRIORITAS MASALAH
Apabila masalah telah diidentifikasi, maka disusun daftar masalah yang ditemukan, kemudian diprioritaskan. Hal ini dilakukan karena tidak mungkin semua masalah diatasi bersama-sama sekaligus. Jadi diputuskan masalah mana yang yang dapat diatasi terlebih dahulu.
Dalam memprioritaskan kebutuhan klien, hirarki Maslow menjadi rujukan perawat dalam menentukan pemenuhan kebutuhan klien. Kebutuhan fisiologi menjadi kebutuhan utama manusia, kemudian diikuti oleh kebutuhan-kebutuhan psikososial seperti : aman-nyaman, pengetahuan, cinta-memiliki, harga diri dan aktualisasi diri.
Diberdayakan oleh Blogger.